Nostalgian Kuliner di Kota Palembang

Kerinduan itu segera menuntun kaki saya menyusuri tempat-tempat yang sedari kuliah dulu menjadi tempat pilihan saya bersama rekan-rekan menghabiskan akhir pekan atau sekadar mentraktir para sahabat. (*Prakoso Bhairawa Putera)

ARAH PERUBAHAN UU IPTEK

Namun, rencana perubahan tidak mencantumkan peneliti dan perekayasa sebagai bagian penting dari sumber daya.Padahal, pelaku aktivitas penelitian, pengembangan, dan penerapan iptek terletak pada peneliti dan perekayasa.

Makam Kesultanan Palembang Darussalam

Masyarakat Palembang mengenal kompleks pemakaman ini dengan sebutan Kawah Tekurep. Nama tersebut berasal dari bentuk atap bangunan utama pemakaman yang berbentuk cungkup (kubah) melengkung berwarna hijau. (*Prakoso Bhairawa Putera)

Penyerahan Hadiah Pemenang LKTI Seskoal 2012

Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Arief Rudianto, SE., menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba karya tulis ilmiah dengan tema “Menuju Kejayaan NKRI sebagai Negara Kepulauan yang Bervisi Maritim”.

"MABUK OTDA" KETIKA DAERAH BARU (DINILAI) GAGAL

Gegap gempita otonomi ternyata membawa konsekuensi logis dengan perubahan dalam sistem pemerintahan daerah.(Esquire Indonesia, Juni 2013 *Prakoso Bhairawa Putera)

Tampilkan postingan dengan label JALAN-JALAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JALAN-JALAN. Tampilkan semua postingan

MEMANJAKAN DIRI DI PASIR PANJANG MANINJAU

Sumatera Barat benar-benar memiliki keindahan yang tiada tara,..kali ini saya akan berbagi foto dari perjalanan di Maninjau,.tepatnya di lokasi Pasir Panjang. Pasir Panjang merupakan nama sebuah penginapan yang langsung berhadapaan dengan Danau Maninjau.

Danau Maninjau sendiri merupakan sebuah danau di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibukota Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam. Maninjau yang merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. 

Cekungannya terbentuk karena letusan gunung yang bernama Sitinjau (menurut legenda setempat), hal ini dapat terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai seperti dinding. Menurut legenda di Ranah Minang, keberadaan Danau Maninjau berkaitan erat dengan kisah Bujang Sembilan. Danau Maninjau merupakan sumber air untuk sungai bernama Batang Sri Antokan. Di salah satu bagian danau yang merupakan hulu dari Batang Sri Antokan terdapat PLTA Maninjau. Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang. Untuk bisa mencapai Danau Maninjau jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan Kelok 44 sepanjang kurang lebih 10 km mulai dari Ambun Pagi sampai ke Maninjau. Danau ini tercatat sebagai danau terluas kesebelas di Indonesia. Sedangkan di Sumatera Barat, Maninjau merupakan danau terluas kedua setelah Danau Singkarak yang memiliki luas 129,69 km² yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok. Di sekitar Danau Maninjau terdapat fasilitas wisata, seperti Hotel(Maninjau Indah Hotel, Pasir Panjang Permai) serta penginapan dan restoran. 

Air Danau yang Tenang Menambah Kesejukan Ketika Menatap Hamparannya - Prakoso Bhairawa Putera

Menyaksikan Matahari yang Turun Diantara Pegunungan - Prakoso Bhairawa Putera

Matahari Mulai Naik - Prakoso Bhairawa Putera

Selain Mengandalkan Pariwisata, Karamba Ampung Adalah Sumber Mata Pencarian Warga - Prakoso Bhairawa Putera

Sore Menjelang Senja di Danau Maninjau - Prakoso Bhairawa Putera

Dinginnya Pagi di Maninjau - Prakoso Bhairawa Putera


BROMO AMAN DIKUNJUNGI LAGI - (TRIP KITA) NG TRAVELER AGUSTUS 2011

Teks dan foto oleh Prakoso Bhairawa Putera

Pasca erupsi akhir tahun lalu, kini kondisi Gunung Bromo mulai pulih sejak dibuka untuk umum pertanggal 30 Maret 2011 yang lalu. Destinasi ini masuk dalam kawasan Taman Nasional (TN) Bromo Tengger Semeru dan sejak 2011 telah ditetapkan sebagai satu dari lima belas destinasi unggulan yang dikelola dengan Destination Management Organization (DMO) oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI. Untuk mendatangi destinasi ini tidaklah sulit, Obyek wisata alam Bromo terletak di Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura berjarak 48 Km dari pusat Kota Probolinggo dan 20 Km dari Pusat Kecamatan Sukapura. Ada banyak tour wisata ataupun kendaraan umum yang bisa digunakan untuk menikmati keindahan kawasan Bromo. Untuk mendapatkan pemandangan khas Bromo, wajib hukumnya untuk bermalam karena keesokan harinya ketika pagi menjelang sudah harus bangun dan berangkat menuju view point untuk menyaksikan matahari terbit

Liburan Seru di Gunung Bromo

Publikasi di Pikiran Rakyat, 02 Juli 2011
SIAPA bilang liburan di kawasan gunung berapi menakutkan dan mahal?”Ayo buang jauh-jauh pikiran semacam itu, keindahan alam Indonesia ternyata memberikan sentuhan yang unik dan khas ditiap destinasi. Gunung Bromo yang terletak di wilayah Jawa Timur menjadi salah satu dari sekian banyak obyek wisata yang patut dikunjungi pada musim liburan kali ini.

Pasca erupsi akhir tahun lalu, kini kondisi Gunung Bromo mulai pulih sejak dibuka untuk umum pertanggal 30 Maret 2011 yang lalu. Destinasi ini masuk dalam kawasan Taman Nasional (TN) Bromo Tengger Semeru dan sejak 2011 telah ditetapkan sebagai satu dari lima belas destinasi unggulan yang dikelola dengan Destination Management Organization (DMO) oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI.

Bromo memiliki banyak keunikan, selain masih tercatat sebagai gunung berapi aktif. Gunung dengan ketinggian 2.392 mdpl ini memiliki keajaiban karena terletak ditengah laut pasir Tengger dan merupakan dasar lava kaldera Tengger yang berdiameter 8–10 kilometer. Tidak hanya itu keberadaan beberapa gunung lain yang berada di kaldera Tengger seperti Gunung Batok (2.470 mdpl), Gunung Kursi (2.581 mdpl), Gunung Watangan (2.601 mdpl), dan Gunung Widodaren (2.650 mdpl) menambah keindahan ketika memandang dari view point.

Untuk mendatangi destinasi ini tidaklah sulit, Obyek wisata alam Bromo terletak di Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura berjarak 48 Km dari pusat Kota Probolinggo dan 20 Km dari Pusat Kecamatan Sukapura. Ada banyak tour wisata ataupun kendaraan umum yang bisa digunakan untuk menikmati keindahan kawasan Bromo. Untuk mendapatkan pemandangan khas Bromo, wajib hukumnya untuk bermalam karena keesokan harinya ketika pagi menjelang sudah harus bangun dan berangkat menuju view point untuk menyaksikan matahari terbit.

Ada banyak penginapan untuk bermalam di kawasan ini, mulai dari hotel hingga home stay, harganya pun bervariasi dan tentunya relatif murah. Penginapan sekelas home stay dilengkapi dengan fasilitas standar sudah bisa didaptkan dengan membayar sekitar 125.000,- hingga 200.000,- perhari, atau jika lebih ingin mendapatkan view Bromo ketika membuka pintu kamar dapat menginap di hotel dengan merogok kocek lebih yaitu sekitar 500.000,- hingga 1.500.000,- per hari. Bagi pengunjung ataupun wisatawan yang datang dalam jumlah kecil ataupun tidak menggunakan jasa tour wisata, setiba di penginapan segera mencari informasi rental/sewa mobil jeep untuk keesokan hari. Biaya sewa jeep saat ini sudah standar dan sama, sehingga tidak perlu khawatir jika kita (pengunjung) akan dikenakan tarif diatas normal. Untuk paket sewa jeep berkisar 250.000,- hingga 500.000,- tergantung paket yang diambil.

Keindahan dan hangatnya sinar matahari pagi menjadi sajian utama dari destinasi ini. Setidaknya ada dua lokasi ataupun view point untuk menanti datangnya matahari, yaitu di Penanjakan ataupun di Seruni point. Kedua lokasi ini memiliki perbedaan, Penanjakan menjadi lokasi yang paling banyak didatangi wisatawan manca negara dan domestik. Jika musim liburan datang, lokasi ini akan penuh maklum panorama Bromo dengan diselimuti kabut pagi terlihat cukup jelas dari ketinggi 2770 meter. Belum lagi pantulan cahaya jatuh di sebagian sisi gunung-gungung kaldera Tengger tampak semakin indah dengan asap mengepul keluar dari kawah Bromo. Sedangkan jika kawasan Seruni Point merupakan alternatif baru untuk menyaksikan panorama matahari terbit, lokasinya jauh lebih dekat dari Cemoro Lawang sehingga bagi wisatawan yang bermalam di sekitar wilayah Probolinggo tidak perlu melintasi lautan pasir seperti ke puncak Penanjakan. Namun fasilitas di Seruni point tidak selengkap dan senyaman di Penanjakan dengan bangku panjangnya dan pagar pembatas.

Seusai menikmati matahari terbit, jip yang telah disewa sebelumnya dapat membawa kita mengarungi lautan pasir dan mendekati Pura Poten. Pura ini terletak di tengah lautan pasir dan berada diantara kaki gunung Bromo dan Batok. Tempat suci bagi umat Hindu suku Tengger ini merupakan lokasi dilaksanakannya Upacara Kasada pada bulan Kasada saat bulan purnama. Setelah itu melanjutkan mengarungi lautan pasir dengan berkuda, serta mulai mendaki 223 anak tangga sampai ke tepi kawah yg masih cukup aktif.

Belum puas dengan aktivitas pagi bersama Bromo, tenang saja bagi pengambil paket sewa jip secara penuh atau dengan biaya 500.000,- bisa meneruskan melihat eksotika perbukitan kecil “Teletubbies”. Penyebutan ini bukan tanpa alasan, jika kita memandang ke perbukitan hijau sekitar 8 kilometer dari Cemorolawang maka apa yang tersaji pada tayangan film televisi anak-anak di sekitar tahun 1995-2000an silam terlihat dihadapan kita. Bagaimana tidak gundukan sejumlah bukit berbentuk kubah berselimut rerumputan hijau memang mirip dengan bukit di film boneka Teletubbies. Letakknya yang agak tersembunyi di perbatasan Probolinggo-Malang-Lumajang dapat menyegarkan mata dan membawa keteduhan hati. Nah. Tunggu apa lagi, segera buat rencana musim liburan ini ke kawasan Bromo.

Namun, sebelum berangkat persiapkan pakaian hangat semacam jaket, sweter ataupun sejenisnya untuk dibawa serta. Tidak lupa bagi pengunjung yang memiliki alergi terhadap udara dingin untuk membawa obat-obatan. Hal-hal ini perlu diperhatikan mengingat temperatur di sekitar kawasan Bromo ketika malam mencapai 15-18 derajat Celcius. Bahkan menjelang dini hari hingga subuh bisa mencapai 10-14 derajat Celcius.

Jadi tidak salah jika musim liburan kali ini berwisata di Gunung Bromo dengan segala keindahannya. Jika wisatawan mancanegara pun berbondong-bondong menikmati keindahan alam nusantara, kenapa kita justru mencari sensasi keindahan itu ke negeri tetangga. Saatnya menyemarakkan wisata domestik dengan mengunjungi destinasi Bromo. (Prakoso Bhairawa Putera, blogger dan peminat fotografi wisata)


TRIP UJUNG GENTENG, 11 - 13 MARET 2011

Akhir pekan di minggu kedua bulan Maret memberikan pengalaman baru. Perjalanan kali ini masih dengan NEXT LEVEL Adventure, tujuan pun telah ditetapkan yaitu UJUNG GENTENG.

Ujung Genteng merupakan daerah pesisir pantai selatan Jawa Barat yang terletak di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi dengan jarak tempuh sekitar 220 kilometer dari Ibu Kota Jakarta atau 230 kilometer dari Kota Bandung. Waktu tempuhnya sekitar enam atau tujuh jam perjalanan bermobil. Selain jalannya cukup mulus juga terdapat beberapa jalur alternatif serta sarana angkutan umum yang memadai menuju tempat tujuan. http://www.ujung-genteng.info/


Beberapa agenda dan destinasipun telah dipilih, yaitu: Curug Cikaso, Gua Gunung Sungging, “Tanah Lot” Amanda Ratu, “Hidden Beach Cipanarikan”, pelepasan anak penyu di Pangumbahan Beach & menikmati keindahan Sunset, dan Curug Cigangsa.

Berikut beberapa hasil Jepretan dari Canon 1000D saya, yang selalu setiap menemani setiap perjalanan.

Melintasi Pematang Sawah -- Menuju Gua Gunung Sunggih (prakoso bhairawa putera)

Keindahan Hidden Beach Cipanarikan (prakoso bhairawa putera)


Menangkap Moment di perut Gua Gunung Sunggih (prakoso bhairawa putera)

Melepas Senja di Pantai Pangubahan (prakoso bhairawa putera)

Berbalut Hijau Tubuh Curug Cigangsa (prakoso bhairawa putera)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More