Nostalgian Kuliner di Kota Palembang

Kerinduan itu segera menuntun kaki saya menyusuri tempat-tempat yang sedari kuliah dulu menjadi tempat pilihan saya bersama rekan-rekan menghabiskan akhir pekan atau sekadar mentraktir para sahabat. (*Prakoso Bhairawa Putera)

ARAH PERUBAHAN UU IPTEK

Namun, rencana perubahan tidak mencantumkan peneliti dan perekayasa sebagai bagian penting dari sumber daya.Padahal, pelaku aktivitas penelitian, pengembangan, dan penerapan iptek terletak pada peneliti dan perekayasa.

Makam Kesultanan Palembang Darussalam

Masyarakat Palembang mengenal kompleks pemakaman ini dengan sebutan Kawah Tekurep. Nama tersebut berasal dari bentuk atap bangunan utama pemakaman yang berbentuk cungkup (kubah) melengkung berwarna hijau. (*Prakoso Bhairawa Putera)

Penyerahan Hadiah Pemenang LKTI Seskoal 2012

Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Arief Rudianto, SE., menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba karya tulis ilmiah dengan tema “Menuju Kejayaan NKRI sebagai Negara Kepulauan yang Bervisi Maritim”.

"MABUK OTDA" KETIKA DAERAH BARU (DINILAI) GAGAL

Gegap gempita otonomi ternyata membawa konsekuensi logis dengan perubahan dalam sistem pemerintahan daerah.(Esquire Indonesia, Juni 2013 *Prakoso Bhairawa Putera)

Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

FLP Jakarta Goes to President University



Sobat Nida, masih jaman nggak, sih, mahasiswa cuma bisa nulis skripsi sama tesis doang? Yup, pasti nggak dong. Di zaman modern ini, saatnya mahasiswa berekspresi melalui tulisan baik nonfiksi maupun fiksi.

Sabtu (1/12), Divisi Writing dari PACT (President Association of Critical Thinker) bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena Jakarta, sukses menggelar Workshop Writing & Training. Mengambil tempat di Auditorium President University, kegiatan ini diikuti oleh 30-an mahasiswa PU.

Menurut Isti Toq’ah, project leader acara ini yang juga peraih beasiswa III China Harbour Company’s Scholarship, kegiatan yang diadakan khusus untuk mahasiswa PU, ini untuk membuktikan bahwa dengan menulis mereka bisa berekspresi dan berprestasi. Menulis bisa menjadi kegiatan ekstrakurikuler yang menyenangkan dan bermanfaat. Karena ada opini pada sebagian besar mahasiswa PU bahwa menulis itu bukan bagian dari aktivitas mereka.

Acara yang digelar seharian ini terdiri dari dua sesi workshop. Sesi pertama membahas karya ilmiah dan esai, yang diisi oleh peneliti muda LIPI: Koko P. Bhairawa. Sedangkan sesi kedua tentang Fiksi, diisi oleh editor majalah STORY yang sekaligus ketua FLP Jakarta: Taufan E. Prast.

“Penulis itu modalnya mau aja. Dari apa yang kita lihat bisa jadi sumber ide. Dari sehelai rambut pun bisa menjadi ide. Misalnya sehelai rambut yang masuk ke dalam semangkuk sup. Itu bisa jadi cerita yang menarik bukan,” jelas Taufan E. Prast saat workshop fiksi.

Tiap selesai workshop, para peserta diharuskan untuk menulis esai dan cerpen yang dibimbing langsung oleh para penulis dari FLP Jakarta. Para peserta lalu diminta membacakan hasil tulisan mereka yang kemudian dikomentari narasumber.

Para peserta sangat bersemangat dan antusias mengikuti acara ini. Semoga kelak akan terlahir penulis-penulis andal dari President University, ya, Sob... [agung]

PENYERAHAN HADIAH PEMENANG LOMBA KARYA TULIS HUT EMAS SESKOAL


Penyerahan Hadiah Pemenang I Kategori Umum 
Penseskoal (26/11) – Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Arief Rudianto, SE., menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba karya tulis ilmiah dengan tema “Menuju Kejayaan NKRI sebagai Negara Kepulauan yang Bervisi Maritim” yang dilombakan dalam rangka memperingati HUT ke-50 Seskoal. Tampil sebagai juara pertama pada kategori TNI dan PNS adalah Letkol Laut (P) Yayan Sofyan, ST., juara kedua Mayor Laut (T) Edi Prayitno, juara ketiga Pengatur II C Evi Martiningsih, juara harapan pertama Mayor Laut (KH) Bambang Nurahim. Sedangkan untuk kategori umum, juara pertama diraih oleh Peneliti Muda III C Prakoso Bhairawa Putera, juara kedua Saefulah Rahman, juara ketiga Dr. Mutiara Hikmah dari FH Universitas Indonesia
Deretan Pemenang LKTI Kategori TNI AL dan Umum

Urgensi Amandemen UU No. 18/2002

“Ada beberapa permasalahan mengenai substansi, antara lain tatanan kebijakan yang masih menghambat, keterbatasan sumber daya dan belum adanya kejelasan mengenai posisi Kementerian Riset dan Teknologi sebagai koordinator seluruh kegiatan litbang, baik di tingkat pusat, daerah, perguruan tinggi maupun swasta”, ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kementerian Dalam Negeri, Muhammad Marwan, pada acara diskusi amandemen UU No. 18/2002, di ruang Rapat Lantai 8 Gedung II BPPT, Kamis, 16 Juni 2011 kemarin. 

 Marwan juga mengusulkan agar dalam amandemen UU No. 18/2002 perlu ada pasal-pasal yang berkaitan dengan tatanan teknis yang dibutuhkan untuk memperbaiki sistem kelembagaan, sehingga implementasi kebijakan Litbang dan penerapan Iptek bisa sampai ke daerah-daerah. Berkaitan dengan penguatan litbang daerah, Marwan mengingatkan pula, bahwa saat ini amandemen UU 32/2004 tentang Pemerintah Daerah juga dalam proses amandemen. 

Berkaitan dengan itu, Kementerian Dalam Negeri antara lain mengusulkan supaya nanti di setiap provinsi memiliki BPP. Amandemen UU No. 18/2002 hendaknya dapat sejalan dengan amandemen UU 32/2004 ini, yang saat ini sudah disampaikan ke DPR. 

Sementara itu, narasumber kedua, Kepala BPP Provinsi Riau, Tengku Dahril, dalam garis besar paparannya, mengingatkan agar UU No. 18 /2002 hendaknya dapat memberikan kemudahan bagi peneliti dan masyarakat. Teknologi yang dihasilkan sebaiknya tidak melupakan tujuan utamanya, yaitu teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. 

Menyinggung pentingnya sistem inovasi daerah (SIDA), Dahril yang juga guru besar Universitas Riau mengingatkan, pengembangan SIDA perlu terus dilakukan mengingat daerahlah yang menjadi penggerak dan pelaku utama di dalam pembangunan. Untuk itu, menurutnya, perlu terus dilakukan peningkatan koordinasi antara Kementerian Ristek, Kemendagri dan dengan BPP di daerah-daerah. 

Acara diskusi yang menghadirkan 2 nara sumber tersebut, dipimpin oleh Asdep Legislasi Iptek Kemenristek, Dadit Herdikiagung. Dadit mengemukakan bahwa dari identifikasi, diskusi dan masukan sebelumnya, paling tidak sampai saat ini ada 5 (lima) alasan atau tujuan mengapa UU No. 18/2002 harus di amandemen. 

“Alasan maupun tujuan tersebut, yaitu penguatan sistem inovasi nasional (SINas), pengembangan kebijakan audit teknologi, penguatan difusi teknologi, dan pengaturan material transfer agreement (MTA) maupun hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan dan temuan implementasi UU No. 18/2002 yang di lakukan LIPI dan BPPT” jelas Dadit. 

Acara diskusi tersebut dihadiri anggota-anggota kelompok kerja SINas, para Asdep dari lingkungan Deputi Kelembagaan, Asdep Investasi Iptek, Kepala Biro Humas dan Hukum KRT serta anggota Tim Kecil amandemen UU No. 18/2002. Acara serupa, sebelumnya pernah juga dilakukan beberapa kali, antara lain dengan mengundang narasumber dari LIPI, Prakoso Bhairawa Putera dan Sri Mulatsih, penulis buku “Analisis UU No. 18/2002 dalam Bingkai Ekonomi berlandaskan Iptek (2008), dan narasumber dari BPPT, Ugay Sugarmansyah, yang pernah melakukan pengkajian Peraturan Perundang-undangan Bidang Iptek. (ad-4/dep-1/dvd/humas ristek)

Peringkat 10 Besar Laman Perguruan Tinggi di Indonesia Versi Webometrics Ranking of World Universities

No
Perguruan Tinggi
Peringkat Dunia
Peringkat Asia Tenggara
1   Universitas Indonesia
562
12
2   Institut Teknologi Bandung
632
16
3   Universitas Gadjah Mada
817
18
4   Universitas Gunadarma
845
19
5   Institut Pertanian Bogor
1180
31
6   Universitas Negeri Malang
1218
32
7   Universitas Kristen Petra
1260
34
8   Universitas Muhammadiyah Malang
1264
35
9   Institut Teknologi Sepuluh Nopember
1274
36
10   Universitas Dipenogoro
1294
38

31 Juli 2011-Survei yang dilakukan Webometrics di jagad pendidikan tinggi tidak hanya berkisar pada biaya pendidikan, kualitas kurikulum dan prospek lulusannya mendapat pekerjaan, namun juga dari segi publikasi universitas melalui laman.

Empat komponen yang menjadi indikator dari penilaian Webometrics adalah size dengan kuota persentase 20%. Size merupakan jumlah halaman website yang tertangkap search engines seperti google, yahoo dan live search (bing). indikator selanjutnya, visibility (50%) berupa total tautan eksternal unik yang diterima dari situs lain  (inlink), yang diperoleh dari yahoo Search, live search dan exalead.

Selain itu, rich files yang merupakan jumlah file dokumen seperti Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc) dan Mirosoft Powerpoint (.ppt) dinilai dengan kuota 15%. Scholar berupa jumlah paper dan jumlah sitasi (kutipan) yang tertangkap di Google Scholar untuk setiap dokumen laman perguruan tinggi pun dinilai15%.
Webometrics adalah salah satu perangkat untuk mengukur kemajuan perguruan tinggi negeri dan swasta melalui laman resmi perguruan tinggi. Dalam setahun, lembaga yang berafiliasi dengan Dewan Riset Nasional Spanyol ini mengeluarkan daftar peringkat pada bulan Januari dan Juli. Pembobotannya menggunakan Rumus: Webometrics Rank = (4xV) + (2xS) + (1xR) + (1xSc). Informasi lebih lanjut dapat mengakses http://www.Webometrics.info
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mengucapkan selamat kepada 10 perguruan tinggi yang telah mewujudkan keseriusan dalam menampilkan informasi perguruan tinggi melalui laman resmi. Semoga dapat menginspirasi perguruan tinggi lainnya.

445 Peserta Ikuti Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional

JAKARTA, (PRLM).- Sebanyak 445 peserta dari 30 provinsi akan mengikuti kegiatan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) X, berlangsung di Jombang Jawa Timur 3 s.d. 9 Juli 2011. Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan pemerintah Kabupaten Jombang itu bertema "Membangun Remaja Kreatif melalui Budaya Meneliti".

Dari 445 peserta itu meliputi dari 332 pelajar SMP/sederajat dan SMA/sederajat. Sedangkan, lainnya adalah 113 guru SMP/sederajat dan SMA/sederajat yang pada saat bersamaan akan mengikuti loka karya penelitian.

Kepala LIPI Lukman Hakim mengatakan, peranan remaja saat ini memiliki nilai dan fungsi optimal bagi pengembangan pribadi maupun bagi lingkungan di sekitarnya.“Selain itu, remaja adalah pelaku dan pemilik masa depan, yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan (agent of change),” ujarnya di Jakarta, Jumat (1/7).

Dijelaskan, pembinaan sejak dini perlu dilakukan guna meningkatkan minat dan kesadaran remaja terhadap ilmu pengetahguan dan teknologi (iptek), sehingga remaja terbiasa melakukan aktivitas ilmiah dan kelak dapat menguasai iptek serta menerapkannya untuk kemajuan pembangunan bangsa.

Lukman menuturkan bahwa mental ilmiah harus dikembangkan dalam pola pikir dan gaya hidup generasi muda. Kreativitas maupun inovasi dilahirkan melalui adanya keingintahuan dan kesadaran untuk menciptakan solusi dari permasalahan yang ada di lingkungan. “Proses peningkatan mentalitas ilmiah membutuhkan dorongan dan binaan dari pihak eksternal, selain motivasi pribadi pada seorang individu,” katanya.

Kepala Biro Kerja Sama dan Pemasyarakatan Iptek (BKPI) LIPI Bogie Soedjatmiko Eko Tjahjono menuturkan, perkembangan ilmu pengetahuan ditanamkan dengan pola pertumbuhan minat (curiosity) terhadap hal-hal yang ada di sekitar manusia. Pola pembelajaran ini dimulai dengan menanamkan budaya meneliti sejak dini.

Menurut Bogie, sekolah-sekolah yang menanamkan kegiatan penelitian siswa sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler semakin banyak, bahkan ada dalam kurikulum pelajaran sekolah. “Ini membuktikan bahwa Indonesia semakin apresiatif terhadap kegiatan penelitian remaja. Hal tersebut didukung oleh semakin berkembangnya kompetisi-kompetisi ilmiah di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Peningkatan Kemampuan Ilmiah BKPI LIPI Krisbiwati mengatakan, proses pembinaan remaja harus dilakukan secara berlanjut dan berkesinambungan.

Dijelaskan dia, dalam kegiatan perkemahan ilmiah ini para remaja langsung dibimbing dalam pelaksanaan penelitian dan diarahkan untuk menanamkan sikap serta prilaku scientific minded, scientific curiosity, dan scientific approach. “Bimbingan yang diberikan bertujuan untuk menumbuhkan kemandirian dalam mencari alternatif pemecahan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Diperoleh keterangan, PIRN adalah kegiatan ilmiah di lapangan terbuka yang berorientasi pada penelitian yang mencakup bidang ilmu pengetahuan sosial, ilmu pengetahuan alam, dan ilmu pengetahuan teknik (teknik rekayasa) bagi pelajar setingkat SMP/sederajat dan SMA/sederajat. (A-94/das)***

Sumber: Pikiran Rakyat Online, 01 Juli 2011

12 Butir Kesepakatan Membudayakan Etika Menulis Blog

  1. Menghargai dan menjunjung tinggi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dengan menghindari plagiarisme, pembajakan, dan selalu mencantumkan sumber setiap kali mengutip karya orang lain.
  2. Tidak mendiskreditkan pihak lain dan selalu berkomitmen untuk menulis secara proporsional.
  3. Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur pornografi.
  4. Selalu berbagi pengetahuan dan kebaikan melalui blog masing-masing.
  5. Tidak berprasangka dan hanya menulis berdasarkan fakta yang diyakini bisa dibuktikan serta tetap dengan menjunjung tinggi etika kesopanan dalam menulis.
  6. Tidak melakukan spamming melalui kolom komentar.
  7. Tetap menjaga kesopanan dan rasa saling menghormati dalam memberikan komentar pada blog yang dikunjungi.
  8. Tidak melakukan hack pada website atau blog lain.
  9. Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur SARA.
  10. Menggunakan bahasa yang baik dalam menulis.
  11. Tetap menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dalam menulis tetapi tidak melanggar hak-hak orang lain.
  12. Bersedia meralat informasi yang telah ditulis dalam blog jika di kemudian hari terdapat kesalahan dalam memuat tulisan di blog. 
Sumber: Pikiran Rakyat, 01 Juli 2011

Urgensi Amandemen UU No. 18/2002

“Ada beberapa permasalahan mengenai substansi, antara lain tatanan kebijakan yang masih menghambat, keterbatasan sumber daya dan belum adanya kejelasan mengenai posisi Kementerian Riset dan Teknologi sebagai koordinator seluruh kegiatan litbang, baik di tingkat pusat, daerah, perguruan tinggi maupun swasta”, ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kementerian Dalam Negeri, Muhammad Marwan, pada acara diskusi amandemen UU No. 18/2002, di ruang Rapat Lantai 8 Gedung II BPPT, Kamis, 16 Juni 2011 kemarin.

Marwan juga mengusulkan agar dalam amandemen UU No. 18/2002 perlu ada pasal-pasal yang berkaitan dengan tatanan teknis yang dibutuhkan untuk memperbaiki sistem kelembagaan, sehingga implementasi kebijakan Litbang dan penerapan Iptek bisa sampai ke daerah-daerah.

Berkaitan dengan penguatan litbang daerah, Marwan mengingatkan pula, bahwa saat ini amandemen UU 32/2004 tentang Pemerintah Daerah juga dalam proses amandemen. Berkaitan dengan itu, Kementerian Dalam Negeri antara lain mengusulkan supaya nanti di setiap provinsi memiliki BPP. Amandemen UU No. 18/2002 hendaknya dapat sejalan dengan amandemen UU 32/2004 ini, yang saat ini sudah disampaikan ke DPR.

Sementara itu, narasumber kedua, Kepala BPP Provinsi Riau, Tengku Dahril, dalam garis besar paparannya, mengingatkan agar UU No. 18 /2002 hendaknya dapat memberikan kemudahan bagi peneliti dan masyarakat. Teknologi yang dihasilkan sebaiknya tidak melupakan tujuan utamanya, yaitu teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Menyinggung pentingnya sistem inovasi daerah (SIDA), Dahril yang juga guru besar Universitas Riau mengingatkan, pengembangan SIDA perlu terus dilakukan mengingat daerahlah yang menjadi penggerak dan pelaku utama di dalam pembangunan. Untuk itu, menurutnya, perlu terus dilakukan peningkatan koordinasi antara Kementerian Ristek, Kemendagri dan dengan BPP di daerah-daerah.

Acara diskusi yang menghadirkan 2 nara sumber tersebut, dipimpin oleh Asdep Legislasi Iptek Kemenristek, Dadit Herdikiagung. Dadit mengemukakan bahwa dari identifikasi, diskusi dan masukan sebelumnya, paling tidak sampai saat ini ada 5 (lima) alasan atau tujuan mengapa UU No. 18/2002 harus di amandemen.

“Alasan maupun tujuan tersebut, yaitu penguatan sistem inovasi nasional (SINas), pengembangan kebijakan audit teknologi, penguatan difusi teknologi, dan pengaturan material transfer agreement (MTA) maupun hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan dan temuan implementasi UU No. 18/2002 yang di lakukan LIPI dan BPPT” jelas Dadit.

Acara diskusi tersebut dihadiri anggota-anggota kelompok kerja SINas, para Asdep dari lingkungan Deputi Kelembagaan, Asdep Investasi Iptek, Kepala Biro Humas dan Hukum KRT serta anggota Tim Kecil amandemen UU No. 18/2002. Acara serupa, sebelumnya pernah juga dilakukan beberapa kali, antara lain dengan mengundang narasumber dari LIPI, Prakoso Bhairawa Putera dan Sri Mulatsih, penulis buku “Analisis UU No. 18/2002 dalam Bingkai Ekonomi berlandaskan Iptek (2008), dan narasumber dari BPPT, Ugay Sugarmansyah, yang pernah melakukan pengkajian Peraturan Perundang-undangan Bidang Iptek. (ad-4/dep-1/dvd/humas ristek)

Workshop Penyusunan Standar Jasa Informasi Pariwisata Indonesia

Workshop Penyusunan Standard Jasa Informasi Pariwisata Indonesia Menarik perhatian peserta yang diselenggarakan di tempat Ruang Rapat Lt.4 Dit. Usaha Pariwisata Kemenbudpar Rabu,13 April 2011 telah diadakan Workshop Penyusunan Standar Jasa Informasi Pariwisata dalam workshop tersebut dihadiri oleh: SAI Global, pihak Konsultan, STP Sahid, PAPPIPTEK Lipi, PT. Indonesia Visitors Center, Radika, Universitas Sahid, Uspar, Disparbud DKI Jakarta, DPP ASITA, DPD ASITA Jabar, Standardisasi Pariwisata, Perencanaan dan Hukum PDP guna menyusun standarisasi sebagaimana yang diamanahkan dalam Undang-Undang Pariwisata No 10 Tahun 2009 dan mengimplementasikan dari Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2010.

Workshop yang dipimpin Gozali Djamal selaku head of Subdirectorate of Tourism Business Standard dan paparan disampaikan pihak konsultan terhadap krangka penyusunan standarisasi Usaha Jasa Informasi Pariwisata yang harus menjadi perhatian peserta adalah standar, serta tentang dasar hukum dari Jasa Informasi Pariwisata; ruang lingkup dan pelaksanaanya termasuk juga masalah visi, misi dan kebijaksanaan, pengelolaan produk, termasuk aspek sumber daya manusia dan menetapkan kompetensi SDM; Sedangkan dari Indonesia Visitor Center memaparkan tentang sarana prasarana yang harus dipenuhi oleh pengelola dibidang usaha informasi pariwisata dan juga terhadap ruang lingkup pelaksana usaha. pihak Indonesia Visitors Center juga menyampaikan tentang kesiapan terhadap jenis usaha dan sarana fisik serta menjelaskan tentang implimentasi dari Jasa Informasi Pariwisata yang berbentuk Tourism Information Center yang terdapat ditempat-tempat strategis dan bentuk-bentuk material promotion product and advertising. serta standarisasi ukuran dan contain.

Pandangan dari peserta workshop disampaikan dalam penyusunan standar usaha informasi pariwisata dipandang perlu memperhatikan tentang difinisi business informasi dan ruang lingkup usaha bidang kepariwisataan sesuai dengan Undang-Undang No 10 Tahun 2010 guna menghindari terhadap overlaping dengan bidang business informasi, memperhatikan ruang lingkup usaha pariwisata sesuai dengan Undang-Undang 10 Tentang Kepariwisataan pada Bab VI Pasal 14 ruang lingkup Usaha Pariwisata pariwisata adalah 1). daya tarik wisata; 2). kawasan pariwisata; 3). jasa transportasi wisata; 4). jasa perjalanan wisata; 5). jasa makanan dan minuman; 6). penyediaan akomodasi; 7). penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi; 8). penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, 9). konferensi, dan pameran; 9). jasa informasi pariwisata; 10). jasa konsultan pariwisata; 11). jasa pramuwisata; 12). wisata tirta; dan spa.

Setalah memperhatikan dari ruang lingkup usaha pariwisata tentu menjadi menarik untuk disimak terutama terhadap standar produk yang akan diinformasikan agar tidak terjadi benturan dan saling tarik menarik denga media advertising, news, magazine serta media electronic lainya.

Ketika membahas masalah produk dan SDM workshop berjalan makin menarik karena dibicarakan juga bagaimana kalau Koran atau majalah yang menginformasikan tentang produk akomodasi, transportasi dan lainnya yang terdapat dalam Bab VI Pasal 14 juga harus memiliki izin usaha Jasa Informasi Pariwisata.

Sedangkan dalam Kepmen No. PM.95/HK.501/MKP/2010 dengan tegas pada BAB I Ketentuan Umum Pasal 1 dengan tegas Dalam Peraturan Meteri berbunyi :


  1. Usaha adalah setiap tindakan atau kegiatan dalam bidang perekonomian yang dilakukan untuk tujuan memperoleh keuntunan dan / atau laba.
  2. Usaha informasi yang selanjutnya disebut usaha pariwisata adalah usaha penyediaan data, berita, feature, foto, video dan hasil penelitian mengenai kepariwisataan yang disebabkan dalam bentuk bahan cetak dan / eloktronik

Dalam berbagai referensi tentang business information mengungkapkan bahwa Bentuk primer informasi bisnis meliputi: 1) News; 2). Market research; 3). Credit and financial information; 4). Company and executive profiles; 5). Industry, country and economic analysis; 6). IT research.

Sedangkan dari Format bisnis utama informasi dapat dibagi ke dalam kategori berikut: 1). Basic reference sources such as guides, bibliographies, dictionaries, almanacs, encyclopedias, handbooks, yearbooks and internet resources; 2). Directories; 3). Periodicals and newspapers; 4). Loose-leaf services; 5). Government information and services; 5). Statistics; 6). Electronic business information

Dari bunyi Undang-Undang dan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata serta bebrapa referensi tentang business informasi tentu jadi tambah menarik untuk dibahas baik oleh berbagai pihak dalam mengimplimentasi Undang-Undang No 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan dan Peraturan Meteri No. PM.95/HK.501/MKP/2010. Hal ini juga merupakan hasil output workshop yang perlu mendapatkan perhatian dari pihak yang akan menyusun Standar Jasa Informasi Pariwisata.

(Re-Posting) Pemenang Lomba Penulisan Iptek dan OSS 2009

Penyerahan Piala Bergilir Kepada Prakoso Bhairawa Putera
Memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, tepat pada Senin (10/8), Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman menyerahkan hadiah dan piala bergilir Menneg Ristek kepada para pemenang Lomba Penulisan Iptek 2009. Lomba bertema Kreativitas untuk Meningkatkan Daya Saing dan Mencapai Kemandirian Bangsa ini diadakan Kementerian Negara Riset dan Teknologi bekerja sama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, PT Tirta Investama (Aqua Danone), dan PT Pfizer Indonesia. Untuk Kelompok Wartawan terpilih Rohmat Haryadi dari majalah Gatra (juara I), Wahyu Kuncoro SN dari harian Bhirawa (juara II), dan Aprika Rani Hernanda dari Bisnis Indonesia (Juara III). Adapun pemenang di Kelompok Penulis adalah Prakoso Bhairawa Putera (juara I) untuk tulisannya di majalah Biskom, Siti Nuryati (juara II) di harian Suara Karya, dan Sudarmono Sasmono (juara III) di Pikiran Rakyat. Adapun lomba penulisan opensource software terpilih sebagai juara I Arli Aditya Parikesit dari netsains.com, juara II Unggul Sagena penulis media Kawasan dan Pendidikan, dan juara III Candra Wirawan dari wataone.com. (YUN)

sumber: Kompas, 13 Agustus 2009

Kasal Pimpin Upacara Hari Dharma Samudera

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno memimpin upacara peringatan Hari Dharma Samudera di atas geladak KRI Surabaya-591 dengan melakukan tabur bunga dan pelarungan karangan bunga ke laut sambil berlayar di Alur Pelayaran Timur Surabaya (APTS), Surabaya, Sabtu (15/1).

Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tri Prasodjo, upacara peringatan Hari Dharma Samudera yang dilaksanakan secara rutin oleh TNI Angkatan Laut setiap tanggal 15 Januari itu dimaksudkan untuk mengenang dan memperingati para Pahlawan Bahari yang gugur dalam pertempuran-pertempuran di laut, seperti pertempuran Selat Bali, Pertempuran Laut Sapudi, Pertempuran Laut Cirebon, Pertempuran Teluk Sibolga, dan pertempuran Laut Aru.

Tanggal 15 Januari ditetapkan sebagai Hari Dharma Samudera diambil dari peristiwa pertempuran Laut Aru pada tahun 1962, yang merupakan puncak dari perjuangan dan patriotisme putra-putra bahari terbaik dalam mempertahankan negara di laut. Dalam pertempuran ini gugur Pahlawan Komodor Yos Soedarso.

Makna yang perlu diambil dalam peringatan Hari Dharma Samudera untuk generasi muda adalah mewarisi dan meneladani jiwa patriotisme para Pahlawan kita di mana dengan penuh semangat heroisme berjuang demi negara dan bangsa, katanya.

Pada kesempatan tersebut, Kasal menyampaikan tali asih kepada perwakilan ahli waris keluarga pejuang pertempuran Laut Aru. Selain itu, diserahkan pula hadiah kepada pemenang lomba karya tulis ilmiah dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera baik untuk kalangan TNI AL maupun umum dengan tema masalah kelautan.

Pemenang lomba karya tulis untuk lingkungan TNI AL diraih oleh Kapten Laut (T) Mei Edi Prayitno, ST, Pama Satlinlamil Jakarta dengan judul Pertempuran Laut Aru sebagai Penggelora dalam Optimalisasi Pemberdayaan potensi pulau-pulau terdepan dan optimalisasi perbatasan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat NKRI. Juara II diraih oleh Kapten Laut (P) Krido Satriyo, Pama Puslatlekdalsen, Kobangdikal dengan judul Dengan semangat pertempuran Laut Aru kita Tingkatkan Pemberdayaan Potensi pulau-pulau terluar dan wilayah perbatasan laut Republuk Indonesia dalam upaya Hanneg. Ketiga adalah Serka Mar Syafrudin dari Dispen Kormar dengan judul Optimalisasi peran Korps Marinir TNI AL dalam pengamanan Pulau terluar Indonesia.

Sementara itu, untuk kategori umum Juara I diraih Prakoso Bhairawa Putera, mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Indonesia, dengan judul Pendekatan change management dalam Penataan kembali tata kelola pulau-pulai kecil terluar : Penguatan kedaulatan dan stabilitas nasional, Juara II R. Zainal Fatah, mahasiswa ITS dengan judul SWAT (Sea Water Baterry) pemanfaatan kandungan elektrolit air laut menjadi sumber energy listrik terbarukan sebagai sumber penerangan dan cadangan energy listrik pada perahu nelayan di pulau terpencil, dan Juara III Dra. Endang Susetiawati, Guru SMPN Kalimanggis Kuningan, dengan judul Aktualisasi semangat pertempuran laut Aru dalam menegakkan kedaulatan wilayah NKRI pemberdayaan potensi pulau-pulau terluar dan wilayah perbatasan RI.

Selain itu, Pemimpin tertinggi Angkatan Laut itu juga menyerahkan hadiah kepada C, Wahyu Haryo, PS, wartawan Kompas, atas kesuksesannya dalam lomba penulisan artikel di media cetak dengan judul karyanya “Jangan Biarkan Kebanggaan Itu Semu”.

Turut hadir, para pejabat teras Mabesal, para Panglima Komando Utama (Kotama) TNI Angkatan Laut, Ketua Umum Jalasenastri Ny. Lilik Soeparno beserta sejumlah pengurusnya, para pejabat militer dan sipil, serta undangan lainnya.

Diatas KRI Surabaya-591, Kasal Pimpin Peringatan Darma Samudera

suarasurabaya.net| Laksamana TNI SUPARNO Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (Kasal) menjadi Inspektur Upacara (Irup) dalam upacara peringatan hari Darma Samudera yang berlangsung di atas Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Surabaya-591 yang sedang berlayar di Selat Madura, Sabtu (15/01)

Upacara Hari Darma Samudera diperingati setiap tanggal 15 Januari. Momen ini merupakan wujud penghormatan terhadap para pahlawan laut yang telah gugur dalam pertempuran laut untuk membela dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Susunan peserta Upacara meliputi deputasi peleton perwira Tinggi (Pati), Peleton Pamen, Peleton Pama, Peleton Kadet AAL, Peleton Kowal, Peleton Bintara dan Tamtama, Pegawai Negeri Sipil, Pramuka Saka Bahari dan ibu-ibu Jalasenastri.

Usai upacara, SUPARNO melaksanakan tabur bunga di Selat Madura yang kemudian diikuti oleh seluruh peserta upacara. Hadir dalam acara tersebut antara lain Pangdam V/Brawijaya, para Pangkotama TNI AL, para asisten dan Kasatker di lingkungan Koarmatim.

Kasal juga memberikan tali asih kepada para mantan (Awak Buah Kapal) Republik Indonesia (RI) Macan Tutul. Mereka yang menerima tali asih itu antara lain, Peltu (Pur) SUHARMADJI, Pelda (Pur) ANDRIAN, Pelda (Pur) SUPARMAN, Pelda (Pur) SUKIRMAN, Pelda (Pur) TARMUDJI, Serma (Pur) SUKARNO, Serka (Pur) NYOMAN TOYA.

Menurut Letkol Laut YAYAN SUGIANA Kepala Dispenarmatim dalam rilisnya yang diterima suarasurabaya.net, Sabtu (15/01), dalam kesempatan yang sama, Kasal juga menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba karya tulis dalam rangka memperingati Hari TNI AL dan Hari Armada RI serta lomba penulisan artikel di media massa.

Untuk para pemenang lomba karya tulis kelompok TNI AL, juara pertama diraih oleh Kapten Laut (T) MEI EDDY PRAYITNO, S.T. dari Satlinlamil Jakarta; juara dua Kapten Laut (P) KRIDO SATRIO, sedangkan untuk juara tiga adalah Serka Mar M. SYAFRUDDIN, SH. Dari Dispen Kormar. Untuk kelompok umum juara satu diraih oleh PRAKOSO BHIRAWA PUTRA Mahasiswa Pasca Sarjana UI, juara dua R. ZAENAL PATAH Mahasiswa ITS, sedangkan juara tiga diraih oleh Dra. SRI ENDANG SUSATYAWATI guru SMPN Kalimanggis, Kuningan Jawa Barat. Untuk lomba penulisan artikel di media masa juara satu C. WAHYU HARIO PS dari wartawan Harian Kompas Jakarta.(git)


Teks Foto : 1. Laksamana TNI SUPARNO Kasal memimpin upacara peringatan hari Darma Samudera, 2. Laksamana TNI SUPARNO Kasal melakukan tabur bunga., Foto : Dispenarmatim.

Sumber: Suara Surabaya.net, 15 Januari 2011, 17:10:43| Laporan Agita Sukma Listyanti

Kasal Pimpin Upacara Hari Dharma Samudera

Surabaya, (15 Januari 2011).- Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno memimpin upacara peringatan Hari Dharma Samudera di atas geladak KRI Surabaya-591 dengan melakukan tabur bunga dan pelarungan karangan bunga ke laut sambil berlayar di Alur Pelayaran Timur Surabaya (APTS), Surabaya, Sabtu (15/1).

Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana TNI Tri Prasodjo, upacara peringatan Hari Dharma Samudera yang dilaksanakan secara rutin oleh TNI Angkatan Laut setiap tanggal 15 Januari itu dimaksudkan untuk mengenang dan memperingati para Pahlawan Bahari yang gugur dalam pertempuran-pertempuran di laut, seperti pertempuran Selat Bali, Pertempuran Laut Sapudi, Pertempuran Laut Cirebon, Pertempuran Teluk Sibolga, dan pertempuran Laut Aru.

Tanggal 15 Januari ditetapkan sebagai Hari Dharma Samudera diambil dari peristiwa pertempuran Laut Aru pada tahun 1962, yang merupakan puncak dari perjuangan dan patriotisme putra-putra bahari terbaik dalam mempertahankan negara di laut. Dalam pertempuran ini gugur Pahlawan Komodor Yos Soedarso.

Makna yang perlu diambil dalam peringatan Hari Dharma Samudera untuk generasi muda adalah mewarisi dan meneladani jiwa patriotisme para Pahlawan kita di mana dengan penuh semangat hiroisme berjuang demi negara dan bangsa, katanya.

Pada kesempatan tersebut, Kasal menyampaikan tali asih kepada perwakilan ahli waris keluarga pejuang pertempuran Laut Aru. Selain itu, diserahkan pula hadiah kepada pemenang lomba karya tulis ilmiah dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera baik untuk kalangan TNI AL maupun umum dengan tema masalah kelautan.

Pemenang lomba karya tulis untuk lingkungan TNI AL diraih oleh Kapten Laut (T) Mei Edi Prayitno, ST, Pama Satlinlamil Jakarta dengan judul Pertempuran Laut Aru sebagai Penggelora dalam Optimalisasi Pemberdayaan potensi pulau-pulau terdepan dan optimalisasi perbatasan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat NKRI. Juara II diraih oleh Kapten Laut (P) Krido Satriyo, Pama Puslatlekdalsen, Kobangdikal dengan judul Dengan semangat pertempuran Laut Aru kita Tingkatkan Pemberdayaan Potensi pulau-pulau terluar dan wilayah perbatasan laut Republuk Indonesia dalam upaya Hanneg. Ketiga adalah Serka Mar Syafrudin dari Dispen Kormar dengan judul Optimalisasi peran Korps Marinir TNI AL dalam pengamanan Pulau terluar Indonesia.

Sementara itu, untuk kategori umum Juara I diraih Prakoso Bhairawa Putera, mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Indonesia, dengan judul Pendekatan change management dalam Penataan kembali tata kelola pulau-pulai kecil terluar : Penguatan kedaulatan dan stabilitas nasional, Juara II R. Zainal Fatah, mahasiswa ITS dengan judul SWAT (Sea Water Baterry) pemanfaatan kandungan elektrolit air laut menjadi sumber energy listrik terbarukan sebagai sumber penerangan dan cadangan energy listrik pada perahu nelayan di pulau terpencil, dan Juara III Dra. Endang Susetiawati, Guru SMPN Kalimanggis Kuningan, dengan judul Aktualisasi semangat pertempuran laut Aru dalam menegakkan kedaulatan wilayah NKRI pemberdayaan potensi pulau-pulau terluar dan wilayah perbatasan RI.

Selain itu, Pemimpin tertinggi Angkatan Laut itu juga menyerahkan hadiah kepada C, Wahyu Haryo, PS, wartawan Kompas, atas kesuksesannya dalam lomba penulisan artikel di media cetak dengan judul karyanya “Jangan Biarkan Kebanggaan Itu Semu”.

Turut hadir, para pejabat teras Mabesal, para Panglima Komando Utama (Kotama) TNI Angkatan Laut, Ketua Umum Jalasenastri Ny. Lilik Soeparno beserta sejumlah pengurusnya, para pejabat militer dan sipil, serta undangan lainnya.

Sumber: Berita Dinas Penerangan TNI AL, 15 Januari 2011

PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA KARYA TULIS ILMIAH HARI DHARMA SAMUDERA TAHUN 2011

sumber: http://www.tnial.mil.id/images/bigheader.jpg

Dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera tahun 2011, Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal) telah menyelenggarakan kegiatan Lomba Karya Tulis (LKT) dengan tema “ Dengan semangat pertempuran laut Aru kita tingkatkan pemberdayaan potensi pulau-pulau terluar dan wilayah perbatasan Republik Indonesia ”. LKT bertujuan untuk meningkatkan minat membaca dan menulis di kalangan Keluarga Besar TNI Angkatan Laut dan masyarakat umum. Lomba ini diikuti oleh 80 peserta, yang terdiri atas peserta dari kalangan anggota TNI AL dan umum (mahasiswa/pelajar/umum).

Setelah melalui proses penjurian dan penilaian dapat ditentukan 5 peserta terbaik dari TNI AL dan 5 peserta terbaik dari umum. Adapun peserta terbaik dari TNI AL, adalah:
  1. Kapten Laut (T) Mei Edi Prayitno, S.T. NRP 14647/P, Pama Satlinlamil Jakarta, dengan karyanya “Pertempuran Laut Aru sebagai penggelora dalam optimalisasi pemberdayaan potensi pulau-pulau terdepan dan daerah perbatasan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat NKRI”, sebagai pemenang pertama (I) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 3.000.000,00 (tiga juta rupiah) serta piagam penghargaan.
  2. Kapten Laut (P) Krido Satriyo U. NRP 16015/P, Pama Puslatlekdalsen Kobangdikal, dengan karyanya “Dengan semangat Pertempuran Laut Aru kita tingkatkan pemberdayaan potensi pulau-pulau terluar dan wilayah perbatasan laut Republik Indonesia dalam upaya pertahanan negara”, sebagai pemenang kedua (II) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 2.000.000,00 (dua juta rupiah) serta piagam penghargaan.
  3. Serka Marinir M. Syarifudin NRP 70979, Bintara Dispen Kormar, dengan karyanya “Optimalisasi peran Korps Marinir TNI AL dalam pengamanan pulau terluar Indonesia”, sebagai pemenang ketiga (III) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) serta piagam penghargaan.
  4. Lettu Marinir Yogi Setiaji NRP 17760/P, Pama Batalyon Artileri 1 Marinir, dengan karyanya “Optimalisasi peranan Pasukan Marinir dalam menjaga pulau terluar sebagai pertahanan terdepan guna menjaga kedaulatan NKRI”, sebagai pemenang keempat (IV) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 700.00,00 (tujuh ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.
  5. Kapten Marinir Agus Soleh NRP 13767/P, Pama Pusdikkav Kodikmar, dengan karyanya “Pemberdayaan pulau-pulau kecil terluar sebagai benteng wilayah Negara Kesatuan RI”, sebagai pemenang kelima (V) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.
Sementara peserta terbaik dari umum, adalah:
  1. Prakoso Bhairawa Putera, mahasiswa Program Pasca Sarjana UI Depok, dengan karyanya “Pendekatan Change Management dalam penataan kembali tata kelola pulau-pulau kecil terluar penguatan kedaulatan dan stabilitas nasional”, sebagai pemenang pertama (I) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 3.000.000,00 (tiga juta rupiah) serta piagam penghargaan.
  2. R. Zainal Fatah, Mahasiswa ITS Surabaya, dengan karyanya “SWAT (Sea Water Battery) pemanfaatan kandungan elektrolit air laut menjadi sumber energi listrik terbarukan sebagai sumber penerangan dan cadangan energi listrik pada perahu nelayan di pulau terpencil”, sebagai pemenang kedua (II) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 2.000.000,00 (dua juta rupiah) serta piagam penghargaan.
  3. Dra Sri Endang Susetiawati, Guru SMPN Kalimanggis Kuningan, dengan karyanya “Aktualisasi semangat Pertempuran Laut Aru dalam menegakkan kedaulatan wilayah NKRI pemberdayaan potensi pulau-pulau terluar dan wilayah perbatasan RI”, sebagai pemenang ketiga (III) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) serta piagam penghargaan.
  4. Dwi Septyan Waluyo, mahasiwa ITS Surabaya, dengan karyanya “Semangat Pertempuran Laut Aru kita tingkatkan pemberdayaan potensi pulau-pulau terluar wilayah perbatasan RI”, sebagai pemenang keempat (IV) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 700.000,00 (tujuh ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.
  5. Azrani Ery Saputra, SPI., Staf LPPM Universitas Teuku Umar, Aceh Barat, dengan karyanya “Strategi penguatan ekonomi masyarakat pesisir berbasis perikanan sebagai upaya mengantisipasi gangguan hankamrata di kawasan pulau-pulau terluar wilayah RI”, sebagai pemenang kelima (V) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.

Penyerahan hadiah dan piagam bagi peserta terbaik I s/d III (anggota TNI AL dan umum) akan dilaksanakan pada Upacara Hari Dharma Samudera tgl. 15 Januari 2011. Sementara bagi peserta terbaik lainnya akan dikirim ke Kotama/Satker masing-masing. Peserta terbaik I s/d III hadir dengan: Militer pakaian PDU-I, peserta umum jas/blazer.

Sumber: website TNIAL

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More