Nostalgian Kuliner di Kota Palembang

Kerinduan itu segera menuntun kaki saya menyusuri tempat-tempat yang sedari kuliah dulu menjadi tempat pilihan saya bersama rekan-rekan menghabiskan akhir pekan atau sekadar mentraktir para sahabat. (*Prakoso Bhairawa Putera)

ARAH PERUBAHAN UU IPTEK

Namun, rencana perubahan tidak mencantumkan peneliti dan perekayasa sebagai bagian penting dari sumber daya.Padahal, pelaku aktivitas penelitian, pengembangan, dan penerapan iptek terletak pada peneliti dan perekayasa.

Makam Kesultanan Palembang Darussalam

Masyarakat Palembang mengenal kompleks pemakaman ini dengan sebutan Kawah Tekurep. Nama tersebut berasal dari bentuk atap bangunan utama pemakaman yang berbentuk cungkup (kubah) melengkung berwarna hijau. (*Prakoso Bhairawa Putera)

Penyerahan Hadiah Pemenang LKTI Seskoal 2012

Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Arief Rudianto, SE., menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba karya tulis ilmiah dengan tema “Menuju Kejayaan NKRI sebagai Negara Kepulauan yang Bervisi Maritim”.

"MABUK OTDA" KETIKA DAERAH BARU (DINILAI) GAGAL

Gegap gempita otonomi ternyata membawa konsekuensi logis dengan perubahan dalam sistem pemerintahan daerah.(Esquire Indonesia, Juni 2013 *Prakoso Bhairawa Putera)

Tampilkan postingan dengan label JELAJAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JELAJAH. Tampilkan semua postingan

MEMANJAKAN DIRI DI PASIR PANJANG MANINJAU

Sumatera Barat benar-benar memiliki keindahan yang tiada tara,..kali ini saya akan berbagi foto dari perjalanan di Maninjau,.tepatnya di lokasi Pasir Panjang. Pasir Panjang merupakan nama sebuah penginapan yang langsung berhadapaan dengan Danau Maninjau.

Danau Maninjau sendiri merupakan sebuah danau di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibukota Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam. Maninjau yang merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. 

Cekungannya terbentuk karena letusan gunung yang bernama Sitinjau (menurut legenda setempat), hal ini dapat terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai seperti dinding. Menurut legenda di Ranah Minang, keberadaan Danau Maninjau berkaitan erat dengan kisah Bujang Sembilan. Danau Maninjau merupakan sumber air untuk sungai bernama Batang Sri Antokan. Di salah satu bagian danau yang merupakan hulu dari Batang Sri Antokan terdapat PLTA Maninjau. Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang. Untuk bisa mencapai Danau Maninjau jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan Kelok 44 sepanjang kurang lebih 10 km mulai dari Ambun Pagi sampai ke Maninjau. Danau ini tercatat sebagai danau terluas kesebelas di Indonesia. Sedangkan di Sumatera Barat, Maninjau merupakan danau terluas kedua setelah Danau Singkarak yang memiliki luas 129,69 km² yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok. Di sekitar Danau Maninjau terdapat fasilitas wisata, seperti Hotel(Maninjau Indah Hotel, Pasir Panjang Permai) serta penginapan dan restoran. 

Air Danau yang Tenang Menambah Kesejukan Ketika Menatap Hamparannya - Prakoso Bhairawa Putera

Menyaksikan Matahari yang Turun Diantara Pegunungan - Prakoso Bhairawa Putera

Matahari Mulai Naik - Prakoso Bhairawa Putera

Selain Mengandalkan Pariwisata, Karamba Ampung Adalah Sumber Mata Pencarian Warga - Prakoso Bhairawa Putera

Sore Menjelang Senja di Danau Maninjau - Prakoso Bhairawa Putera

Dinginnya Pagi di Maninjau - Prakoso Bhairawa Putera


Bukit Siguntang: Tempat Persemayaman Raja-Raja Sriwijaya

Siguntang adalah nama sebuah perbukitan kecil di Kota Palembang. Di sinilah para raja Kerajaan Sriwijaya dimakamkan dengan upacara penghormatan dari sebuah negara adidaya. Di bukit yang historis ini, terdapat tujuh makam tokoh Kerajaan Sriwijaya yang dianggap keramat, meliputi makam Raja Si Gentar Alam, makam Panglima Bagus Kuning, Panglima Bagus Karang, Putri Rambut Selako, Putri Kembang Dadar, Panglima Batu Api, dan makam Tuan Junjungan.

Nuansa hijau menyambut setiap pengunjung yang datang di kawasan ini, * @prakosobhairawa

Ada tujuh makam dari raja Sriwijaya yang terdapat di Bukit Siguntang. * @prakosobhairawa

Keindahan arsitektur dan hijaunya pohon menambah bermakna kawasan ini. * @prakosobhairawa

Salah satu makan yang menjadi kunjungan peziarah. *@prakosobhairawa

Makam Putri Kembang Dadar. * @prakosobhairawa

Relief-relief yang terdapat di sisi lain dari kompleks pemakaman. Relief tersebut menggambarkan cerita singkat keberadaan kerajaan Sriwijaya di Nusantara. * @prakosobhairawa 

Minimnya perawatan menjadi salah satu kekurangan dari kawasan ini. *@prakosobhairawa

Sepuluh Pulau dengan Pantai Terbaik di Asia

Ditulis oleh Natasha Dragun, dengan laporan tambahan dari Cynthia Rosenfeld, Leisa Tyler, David Tse, Martin Westlake, dan Petrina Price.

Untuk mencari kedamaian tropis, pantai dengan hamparan pasir akan menjadi pilihan. Apalagi jika pantai tersebut terletak di pulau yang juga tenang. Setelah melihat berbagai pulau di kawasan ini, para penulis kami telah mengidentifikasi 10 pantai yang bisa disebut terbaik di Asia. Beberapa pantai indah ini letaknya terpencil dan belum berkembang, sementara yang lain sudah terbiasa memanjakan pengunjung dengan penginapan mewah. Tapi semuanya menawarkan kualitas kesurgaan yang dicari.

Dari Malaysia sampai ke Maladewa, Asia memiliki banyak sekali pulau-pulau eksotis, negara kepulauan dan pantai-pantai legendaris. Banyak dari pulau-pulau ini yang juga menawarkan atraksi selain pantai dan penginapan mewah. Di sini, kami bepergian ke 10 negara untuk menampilkan pulau-pulau incaran, hamparan pasir yang berbatasan dengan hutan hujan dan terumbu karang, termasuk petunjuk kapan waktu yang tepat untuk berkunjung, apa yang bisa Anda lakukan, tempat untuk menikmati liburan, makanan enak serta tempat menginap terbaik.

BAI SAO PHU QUOC, VIETNAM

Butuh kesabaran untuk sampai di Bai Sao, atau biasanya dikenal sebagai Star Beach. Tapi kesusahan Anda akan terbayarkan. Pantai ini terletak di tenggara Phu Quoc, pulau terbesar di Vietnam. Sekitar 50 km dari pulau utama, di Tanjung Thailand-Bai Sao, pasir-pasir lembut akan menjorok ke perairan yang dangkal dan berwarna hijau-biru dan hangat sepanjang tahun.

Tempat menginap Terlepas dari beberapa pondok pantai, Bai Sao belum berkembang. Meski begitu ada beberapa penginapan nyaman di dekat situ. Di pantai barat Phu Quoc, yaitu Duong Dong, terdapat La Veranda. Jarak tempat ini hanya empat kilometer dari Bai Sao, sehingga mudah dicapai dengan sepeda atau taksi. Di kamar-kamarnya terdapat balkon pribadi, kipas angin, dan lantai keramik berdekorasi. Di sayap utama resort ini terdapat restoran berangin dengan pemandangan ke laut.

Yang bisa dilakukan Pesta hidangan laut panggang di restoran kecil di sepanjang Bai Sao setelah berenang di air laut yang hangat. Untuk kegiatan yang lebih aktif, sewa sepeda dan pergilah ke desa Ham Ninh, tempat berbelanja mutiara dan kecap ikan yang membuat desa ini terkenal. Menyelam di antara terumbu karang yang dangkal di sini tak perlu tangki udara, tapi ada beberapa tempat menyewa pakaian menyelam di pulau ini. Hiu bambu juga sering terlihat di pinggir pantai.

Kapan pergi Muson datang ke pulau ini antara Juni dan November. Hindari musim hujan dan datanglah saat musim kemarau, ketika suhu berkisar antara 30°C.

GODELLAWELA BAY SRI LANKA


Foto: Amanwella




Terletak di pantai selatan Sri Lanka, oleh orang lokal, Pantai Godellawela disebut Pantai Mimpi. Di pantai ini, terdapat pasir putih yang memanjang, gelombang rendah, dan air sejenih kristal sepanjang mata memandang. Di pinggir pantai, terdapat pohon kelapa dan tebing berbatu-batu, menjadikan kawasan ini salah satu teluk paling tertutup di pulau. 
 
Tempat menginap Pemandangan indah tersedia lewat salah satu dari 30 kamar di Amanwella. Tinggallah di tempat tidur di teras pribadi sebelum masuk ke suite--bayangkan keeleganan khas Aman lengkap dengan jendela-jendela besar dari lantai ke atap dan furnitur kelapa-kayu serta kipas angin. Restoran resort ini menawarkan ikan segar tangkapan harian mereka di atas kolam sepanjang 47 meter. 
 
Yang bisa dilakukan  Waktu seperti tak ada artinya di Amanwella, tempat tidur dan ayunan tidur banyak terlihat sepanjang perjalanan menuju pantai. Tapi pemandangan di pantai tak kalah indahnya, ada penyu yang menetaskan telurnya di sini tiap musim semi. Lebih jauh lagi, ada gajah, burung-burung eksotis dan harimau yang berkeliaran bebas di Taman Nasional Uda Walawe.

Kapan pergi Matahari Sri Lanka bersinar paling terang dari November sampai April.

PANTAI KENTING TAIWAN

Pantai ini terletak di ujung selatan Taiwan dan dikelilingi oleh perkebunan tebu, pisang dan pohon kelapa, serta hutan hujan. Pantai Kenting adalah lokasi liburan yang populer. Tapi jika Anda datang di waktu yang tepat, pantai ini bisa menjadi milik Anda sendiri.

Tempat menginap Kenting Chateau Beach Resort memiliki tiga sayap dengan tema masing-masing; kamar-kamar di Marbella Hall dan Positano Hall yang bergaya Italia memiliki pemandangan ke laut dan balkon privat. Makanan laut adalah bintang utama di empat restoran di resort ini, sementara Barbados Beach Bar hanya beberapa meter dari pantai dan tempat sempurna untuk melihat matahari terbenam.

Yang bisa dilakukan Dari mengamati burung sampai naik banana boat, waktu di Pantai Kenting akan terisi penuh. Para penyuka burung akan menikmati Taman Nasional Kenting di pinggir Danau Lungruan. Sepanjang Oktober, ribuan burung elang muka-kelabu dan alap-alap Cina melewati kawasan ini. Jika Anda gatal beraktivitas seru, cobalah paralayang, sepeda gunung atau menyelam.

Kapan pergi Para peselancar pasti tidak ingin melewatkan gelombang yang terjadi antara November sampai Maret. Dengan berlalunya angin muson, bulan-bulan ini cocok untuk penyelaman dan snorkeling. Airnya sejernih kristal dan kerumunan turis sudah berkurang. Hindari musim panas, saat suhu udara naik dan pantai terlalu penuh dengan orang yang berlibur dari Taipei dan Kaohsiung.

PANTAI LANDAA GIRAAVARU ATOLL BAA, MALADEWA

Foto dari Four Seasons.

Lautan warna azur yang mengelililingi pulau seluas 18 hektare di Atoll Baa ini menjadi berwarna-warni karena ikan giru dan oriental sweetlips. Tempat ini bisa dicapai dengan penerbangan pesawat kecil selama 45 menit dari bandara internasional. Dari sekitar 1190 pulau terumbu karang Maladewa, Landa Giraavaru adalah yang paling romantis karena warna pasir dan bentuknya yang berubah dari matahari terbit hingga terbenam.

Tempat menginap Para tamu bisa menginap di Four Seasons Resort Maldives Landaa Giraavaru, inilah satu-satunya akomodasi di pulau tersebut. Di sini, mereka bisa melihat ikan-ikan berseliweran di balik kaca sambil dipijat di spa-spa yang terletak di bawah laut. Ombak akan pecah di vila-vila karya arsitek Sri Lanka Ismail Murad, sementara di restoran terbuka Al Barakat, lampu-lampu bawah tanah akan menghibur para tamu yang menikmati couscous ayam dan kayu manis, chickpea, dan kismis serta berbagai hidangan Timur Tengah (mezzes)

Yang bisa dilakukan Mengikuti tur lepas pantai dengan salah satu dari enam biologis yang tinggal di resort tersebut, mereka bertugas mengamati perkembangan lebih dari 200 proyek terumbu karang yang akan memperluas laguna di pulau tersebut. Mereka yang suka snorkeling di Samudera Hindia bisa melihat ikan kupu-kupu dan ikan unicorn buntut putih, atau pakailah tanki udara dan menyelam bersama manta dan hiu.

Kapan pergi Waktu terbaik untuk melihat kehidupan bawah laut adalah antara Desember sampai April, saat laut paling jernih dan tenang. Manta dan hiu paus bisa dilihat dalam jumlah terbanyak dari Juli sampai November.

PANTAI LUHUITOU PULAU HAINAN, CINA


Pulau Hainan terletak di provinsi paling selatan Cina, biasanya terkenal karena resort Pantai Yalong. Tapi di dekat situ terdapat Pantai Luhuitou merebut hati kami karena pasir putihnya yang tidak dikunjungi orang. Pantai di kaki bukit ini menawarkan perairan yang tenang dan jernih, serta beberapa lokasi penyelaman terbaik di pulau ini.

Tempat menginap Buka pada 2008, Banyan Tree Sanya Resort & Spa menawarkan 49 vila, masing-masing dengan kolam pribadi, taman lansekap, dan bak mandi di luar ruang. Dekorasinya minimal dan canggih dengan palet warna netral yang sesuai untuk kawasan tropis di sekitarnya. Empat restoran dan bar terbuka menghadap langsung ke Laut Cina Selatan, tempat perahu-perahu nelayan berkeliaran untuk mencari hidangan Anda berikutnya.

Yang bisa dilakukan Tempat ini tidak memiliki pusat penyelamannya sendiri, tapi Banyan Tree bisa mengatur ekspedisi scuba dengan cepat. Selain itu, maksimalkan tur-tur resort ke berbagai desa, atau bermain golf di Lapangan Golf Sanya Luhuitou dekat situ. Pulihkan tubuh di spa Banyan Tree yang luas, pengobatan tradisional Cina dipasangkan dengan fasilitas hidrothermal terbaru.

Kapan pergi Musim hujan akan datang di pulau ini antara Mei dan Oktober dan merubah pasir jadi lumpur. Waktu terbaik untuk berkunjung antara November sampai Maret, saat suhu berada di kisaran 20 derajat.

PANTAI NIHIWATU SUMBA, INDONESIA

 Foto dari Nihiwatu Reso
Sekitar 400 kilometer timur dari Bali, di barat daya Pulau Sumba, pantai sepi ini menjadi tujuan populer para peselancar yang datang ke sini untuk menaiki ombak yang dikenal sebagai God's Left. Tapi saat mereka selesai berselancar di sore hari, pantai sepanjang 2,5 km itu akan menjadi milik Anda. 
 
Tempat menginap Resort Nihiwatu terdiri dari vila-vila yang menghadap ke laut, termasuk juga bungalow dengan tiga kamar tidur besar di atas bukit, lengkap dengan kolam pribadi yang menghadap ke Samudera Hindia. Kamar-kamar dengan atap ijuk dilengkapi dengan tekstil Sumba dan berbagai perlengkapan modern. 
 
Yang bisa dilakukan Untuk menjaga keselamatan para peselancar, berlaku kebijakan keselamatan yang membatasi hanya boleh ada sembilan peselancar di laut. Sambil menunggu giliran, ada banyak hal yang bisa menghibur Anda, seperti aktivitas memancing (ikan yang paling banyak di sini adalah mackerel Spanyol, wahoo, dan trevally), snorkeling, scuba diving dan tur berperahu ke teluk-teluk Pantai Konda Maloba, sekitar satu jam ke selatan. Saat gelombang sedang surut, staf resort akan mengantar Anda ke desa-desa sekitar, sehingga Anda bisa berbincang dengan penduduk sekitar dan membeli suvenir indah.

Kapan pergi Waktu terbaik adalah saat bulan April sampai Desember, sesudah itu angin muson berhembus. Resort Nihiwatu tutup dari 10 Januari sampai 28 Februari.

PANTAI RADHANAGAR PULAU HAVELOCK, INDIA

Satu dari sedikit tujuan wisata di Pulau Andaman di ujung India, Havelock menawarkan pantai putih impian yang didatangi 10 ribu turis per tahun. Para pengunjung akan mendapatkan dua kilometer pantai tanpa jejak kaki di sepanjang pantai barat Havelock. Radhanagar, secara tidak resmi dikenal dengan sebutan Pantai Nomor 7, tersembunyi di balik hutan hujan yang lebat, pohon kelapa muncul dari atas dedaunan hijau dan membayangi teluk-teluk jernih dengan dasar berpasir.

Tempat menginap Tempat menginap terbaik di pulau ini, Barefoot at Havelock, adalah resort tradisional yang meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar. Ada 18 gubuk yang dibangun dari bambu dan pohon kelapa. Beberapa ada yang dilengkapi dengan pendingin udara, tapi cara terbaik untuk mendinginkan badan adalah dengan ikut kelas yoga Iyengar di air. Bahkan pejalan paling kawakan sekalipun bersedia membayar biaya lumayan besar untuk bisa berfoto di bawah laut dengan Rajan, gajah peliharaan resort berusia 58 tahun yang menggunakan belalai sebagai snorkelnya.

Yang bisa dilakukan Ikan lepu dan Napoleon banyak ditemukan di 15 titik penyelaman lepas dari Radhanagar. Para penyelam akan terhenyak dengan warna-warna dari taman terumbu karang di laguna ini, hanya beberapa meter dari pantai. Pengunjung juga bisa mengayuh kayak melewati hutan mangrove untuk mencari kadal dan buaya, trekking menuju hutan kanopi (habitat untuk 150 hewan dan spesies tumbuhan yang hanya ada di pulau ini), atau pergi melihat rusa di speanjang pantai saat matahari terbit.

Kapan pergi Sepanjang angin muson datang, antara Mei sampai Oktober, Rajan tidak akan menyelam. Untuk menghindari hujan dan melihat penyu menetaskan telur, datanglah antara Desember sampai Maret.

PANTAI SIARGAO SIARGAO, FILIPINA

Pulau Siargao, sebuah pulau kecil sekitar 800 km tenggara Manila, adalah satu lagi tujuan rutin para peselancar. Ombak di Cloud 9, titik yang menawarkan ombak ganas lepas pantai ini, adalah yang terbaik di Filipina, dan pasir putihnya sangat halus seperti bubuk.

Tempat menginap The Kalinaw Resort adalah satu-satunya akomodasi mewah di pulau ini. Kalinaw (yang berarti 'Damai' dalam dialek Visayan) menampilkan serangkaian pondok yang didesain dengan lantai kayu, lengkap dengan akses wi-fi gratis dan pemandangan pantai.

Yang bisa dilakukan Jika Anda tidak sibuk bermain dengan gelombang Cloud 9, pergilah ke Gua Sohoton, di pinggir pantai berbatasan dengan hutan liar dan terdapat gua-gua yang setengah terendam air. Selain itu, mintalah pada resort untuk mengemas makanan piknik dan habiskan seharian mendayung di antara karang-karang dangkal.

Kapan pergi Ombak terbaik adalah antara Juli dan November, meski pada bulan-bulan ini bertepatan dengan musim angin muson. Untuk menghindari hujan, datanglah antara November sampai Mei.

PANTAI SUNRISE KOH LIPE, THAILAND

Foto dari Idyllic Concept Resort.
Koh Lipe adalah satu dari 51 pulau di Taman Laut Nasional Tarutao di Laut Andaman, lepas pantai barat daya Thailand. Pulau ini terkenal karena pasir dan lautnya. Salah satu dari empat pantai utama di pulau ini, Sunrise, mendapat keindahan dari terbitnya matahari pagi. Siluet pohon kelapa pun berbayang di sepanjang pasir lembut.

Tempat menginap Salah satu hotel terbaru di pulau ini, Idyllic Concept Resort terletak di tengah taman tropis, terdiri dari bungalow-bungalow yang menghadap Pantai Sunrise. Sekitar 16 vila yang ada di sini memiliki desain minimal, tapi memiliki kelengkapan modern seperti TV layar datar dan akses internet broadband.

Yang bisa dilakukan Pulau mungil ini mudah dijelajahi dengan berjalan kaki, tapi Idyllic juga bisa mengorganisir tur sepeda dan sepeda motor. Terumbu karang di sini penuh dengan kehidupan laut (tsunami pada 2004 tak memiliki dampak di sini), tapi para penyelam jangan melewatkan kesempatan untuk menjelajah Tarutao, taman laut pertama Thailand, dengan luas 1490 km persegi. Perairan ini adalah habitat lumba-lumba, paus, dan skeitar 25 persen dari spesies ikan tropis dunia.

Kapan pergi Waktu terbaik, dan tersibuk, untuk mengunjungi Koh Lipe adalah pada bulan Desember saat suhu relatif sejuk dan musim hujan sudah berlalu. Penyelaman akan optimal dilakukan pada Maret dan April, saat air tenang dan jernih serta jumlah turis sudah menurun. Setiap hari tersedia feri yang menghubungkan Koh Lipe dengan pulau-pulau di sekitarnya dari November sampai Mei, sementara pada Mei sampai November feri tersedia seminggu sekali.

PANTAI TELUK DALAM KECIL REDANG ISLAND, MALAYSIA

Foto dari Berjaya Redang Resort.
Pantai berpasir lembut yang dikelilingi hutan tropis ini terletak di ujung utara Pulau Redang, lepas pantai timur Tanjung Malaya. Berendamlah di air kristal di laguna yang terlindung ini atau berenang ke Aziz's Reef, sekitar 100 meter lepas pantai, dan Anda bisa menemukan kehidupan bawah laut yang meriah.

Tempat menginap Penginapan terbaik di pulau ini adalah vila-vila baru di bukit di Berjaya Redang Beach Resort, lengkap dengan patio pribadi dan pemandangan laguna yang sempurna.

Yang bisa dilakukan Sangat sulit untuk tidak bermalas-malasan di pantai, maka tariklah salah satu kursi malas, dan berlindunglah di bawah payung lebar. Selalu ada permainan voli dan Berjaya selalu bisa membantu penyelam dari berbagai tingkat pengalaman dengan alat penyelaman. Anda juga bisa berjalan ke hutan hujan di Pantai Teluk Dalam Besar, sama-sama indah dan lebih sering ditinggalkan orang.

Kapan pergi Kecuali antara November sampai Januari, saat angin muson menyerang, Redang biasanya selalu berlangit biru.
 

BROMO AMAN DIKUNJUNGI LAGI - (TRIP KITA) NG TRAVELER AGUSTUS 2011

Teks dan foto oleh Prakoso Bhairawa Putera

Pasca erupsi akhir tahun lalu, kini kondisi Gunung Bromo mulai pulih sejak dibuka untuk umum pertanggal 30 Maret 2011 yang lalu. Destinasi ini masuk dalam kawasan Taman Nasional (TN) Bromo Tengger Semeru dan sejak 2011 telah ditetapkan sebagai satu dari lima belas destinasi unggulan yang dikelola dengan Destination Management Organization (DMO) oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI. Untuk mendatangi destinasi ini tidaklah sulit, Obyek wisata alam Bromo terletak di Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura berjarak 48 Km dari pusat Kota Probolinggo dan 20 Km dari Pusat Kecamatan Sukapura. Ada banyak tour wisata ataupun kendaraan umum yang bisa digunakan untuk menikmati keindahan kawasan Bromo. Untuk mendapatkan pemandangan khas Bromo, wajib hukumnya untuk bermalam karena keesokan harinya ketika pagi menjelang sudah harus bangun dan berangkat menuju view point untuk menyaksikan matahari terbit

Pantai Carocok Painan: Pesona Keindahan Pesisir Selatan

Publikasi  Inside Sumatera edisi Juni 2011


Teks: Prakoso Bhairawa Putera, Foto: Prakoso Bhairawa Putera & Dian Eka

Pagi itu di hari Sabtu minggu ketiga di bulan Oktober 2010, suasana begitu bersahabat. Kota Padang nampak cerah meski rumor tentang gempa masih terus dilemparkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Suasana hati saat itu begitu bahagia, bahkan sejak subuh saya mempersiapakan segala keperluan untuk mendatangi objek wisata yang terkenal dengan keindahannya pasir putih dan airnya yang tenang.
Kliping Inside Sumatera, edisi Jumi 2011

Pantai Carocok di Painan adalah persinggahan yang saya pilih. Destinasi ini menjadi istimewah karena harus menempuh perjalanan sejauh ± 75 Km dari kota Padang dengan waktu tempuh normal sekitar 2 jam. Painan merupakan ibukota dari kabupaten Pesisir Selatan, sekaligus ibukota kecamatan Empat Jurai. Banyak cerita dari blog dan testimonial para sahabat tentang destinasi ini. Hingga tak ada keraguan sedikitpun dalam diri untuk mengeksplorasi keindahan Pantai Carocok, walau harus mengeluarkan kocek dan waktu lebih dibandingkan menjelajah kota Padang sendiri.

Ada beberapa pilihan untuk mencapai destinasi ini, mulai dengan menyewa kendaraan, atau bisa juga dengan menggunakan kendaraan umum. Untuk menggunakan bis umum bisa dengan menumpang bis jurusan pesisir selatan (Painan), lalu turun di gapuran masuk yang merupakan satu-satunya akses ke Pantai Carocok, setelah itu dilanjutkan dengan ojek menuju kawasan destinasi.

Setelah persiapan dianggap cukup, berangkatlah saya bersama sahabat untuk memulai petualangan menuju Painan. Sepanjang perjalanan banyak pemandangan yang bisa dinikmati, mulai dari melihat deretan kapal di Teluk Bayur, lalu hijaunya hamparan persawahan serta wangi buah Durian yang dijajakan di beberapa lokasi di sepanjang perjalanan. Namun, sayangnya hasrat untuk mencoba Durian di ranah Minang harus ditunda mengingat rekan-rekan seperjalanan kali ini tidak terlalu berminat.

Menjelang siang, akhirnya tanpa susah payah tibalah saya di Pantai Carocok Painan. Tidak terlalu sulit untuk menemukan lokasi, karena dua kilometer setelah melewati pasar Painan, maka langsung merapat ke bibir dermaga dan parkiran destinasi.

Benar juga tentang semua testimonial yang diberikan untuk destinasi ini, dua jam lebih perjalanan tertuntaskan dengan keindahan yang tersaji di hadapan. Pantai dengan hamparan pasir putih dan bersih langsung memenuhi kornea mata. Tak beralasan jika seorang teman pernah mengatakan bahwa Pantai Carocok memiliki keindahan seperti pantai Genting Island di Malaysia ketika belum dikelola secara profesional. Tapi jangan tergesa-gesa dulu, ada kewajiban untuk membayar retribusi masuk kawasan dengan Rp. 3.000,- saja per pengunjung. Setelah itu barulah bisa sepuasnya menikmati keindahan destinasi.

Pantai nan besih dan putih menjadikan pantai ini nyaman untuk dikunjungi, terlebih dengan tepi pantai yang landai asyik untuk berenang bersama keluarga, ditambah airnya yang jernih membuat keceriaan bersama. Selain itu, ada sajian yang mempesona dari destinasi ini. Pantai Carocok dilindungi dua pulau kecil, yaitu Pulau Kereta dan Pulau Cingkuak, tidak hanya itu dari kejauhan nampak pula Pulau Semangki.

Pulau Kereta memiliki keunikan tersendiri, karena ia tersambung dengan pulau karang dan ujung Bukit Langkisau. Dahulu pulau karang Kereta hanya bisa dikunjungi jika air sedang surut, tetapi sejak dibangun jembatan pulau ini bisa dikunjungi kapan saja. Menurut cerita tetua dan masyarakat setempat nama Pulau Kereta diambil dari bentuk batu karang yang menyerupai jejak roda sepeda (kereta) yang terdapat di ujung selatan pulau. Namun, kesimpang siuran cerita tentang asal jejak tersebut menjadi tidak pasti, ada yang menyebutnya sebagai jejak sepeda orang Potugis, ada pula yang menyatakan bahwa jejak tersebut merupakan peninggalan tuan-tuan Belanda yang mendarat di pulau Kereta sebelum masuk ke Painan. Bagaimanapun cerita dibalik itu, keindahan dan romantisme pulau ini tetap menjadi daya tarik. Bahkan pemerintah daerah bersama sekelompok masyarakat mulai menambah fasilitas dengan flying fox bagi pengunjung. Tidak tanggung-tanggung, flying fox merentang sepanjang kurang lebih 300 meter dari pulau Kereta ke bagian barat Pantai Carocok menjadikan fasilitas ini wajib dicoba.

Jika, kita memandang ke arah barat maka terdapat sebuah pulau kecil yang konon memiliki sejarah. Pulau tersebut dikenal oleh masyarakat bernama Pulau Cingkuk. Di pulau ini masih dapat dijumpai bekas reruntuhan Benteng Portugis. Berdasarkan cerita, waktu pertama kali Portugis datang di pesisir Pulau Sumatera, Pulau Cingkuklah tempat pendaratan pertamanya. Bukti lain keberadaan tersebut dengan terdapatnya sebuah makam orang berkebangsaan Portugis di pulau tersebut.

Bagi para pengunjung bisa dengan mudah untuk menginjakkan kakinya di pulau Cingkuk dengan hanya membayar Rp. 10.000 saja untuk jasa penyeberangan menuju dan kembali dari Pulau Cingkuk. Tidak perlu khawatir, karena jasa penyeberangan menggunakan perahu bermesin tempel dan senantiasa selalu ada di titik penyeberangan. Setiba di pulau Cingkuk, banyak aktivitas yang bisa dilakukan, mulai dari berenang, menyelam, memancing, bahkan melakukan foto pre wedding pun bisa dilakukan di sana. Hamparan pasir putih dengan airnya yang jernih dan gelombang tenang menjadikan diri betah berlama-lama. Namun, jika perut terasa lapar, kita harus menahannya karena di lokasi ini sulit mencari tempat makan yang nyaman, yang tersedia hanyalah pedagang asongan yang menjajakan mie instan dalam kemasan dan minuman seadanya. Diakhir pekan, ada fasilitas banana boat dan jetski yang bisa digunakan oleh pengunjung dengan membayar sewa mulai dari Rp. 10.000,- per orang.

Nah, tunggu apa lagi, segera tuntaskan penasaran dengan mengunjungi destinasi ini. Sementara itu, karena sudah semakin sore maka saya bersama sahabat harus kembali ke kota Padang. Destinasi kali ini memberikan nuansa berbeda, walaupun minimnya sentuhan membuat Pantai Carocok tetap menjadi lokasi yang begitu asyik dikunjungi untuk melepas kepenatan dari aktivitas rutin. Suasana yang bersahabat dan aroma air laut yang dibawa angin menjadikan Carocok masuk dalam destinasi terbaik saya.***

Liburan Seru di Gunung Bromo

Publikasi di Pikiran Rakyat, 02 Juli 2011
“SIAPA bilang liburan di kawasan gunung berapi menakutkan dan mahal?”Ayo buang jauh-jauh pikiran semacam itu, keindahan alam Indonesia ternyata memberikan sentuhan yang unik dan khas ditiap destinasi. Gunung Bromo yang terletak di wilayah Jawa Timur menjadi salah satu dari sekian banyak obyek wisata yang patut dikunjungi pada musim liburan kali ini.

Pasca erupsi akhir tahun lalu, kini kondisi Gunung Bromo mulai pulih sejak dibuka untuk umum pertanggal 30 Maret 2011 yang lalu. Destinasi ini masuk dalam kawasan Taman Nasional (TN) Bromo Tengger Semeru dan sejak 2011 telah ditetapkan sebagai satu dari lima belas destinasi unggulan yang dikelola dengan Destination Management Organization (DMO) oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI.

Bromo memiliki banyak keunikan, selain masih tercatat sebagai gunung berapi aktif. Gunung dengan ketinggian 2.392 mdpl ini memiliki keajaiban karena terletak ditengah laut pasir Tengger dan merupakan dasar lava kaldera Tengger yang berdiameter 8–10 kilometer. Tidak hanya itu keberadaan beberapa gunung lain yang berada di kaldera Tengger seperti Gunung Batok (2.470 mdpl), Gunung Kursi (2.581 mdpl), Gunung Watangan (2.601 mdpl), dan Gunung Widodaren (2.650 mdpl) menambah keindahan ketika memandang dari view point.

Untuk mendatangi destinasi ini tidaklah sulit, Obyek wisata alam Bromo terletak di Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura berjarak 48 Km dari pusat Kota Probolinggo dan 20 Km dari Pusat Kecamatan Sukapura. Ada banyak tour wisata ataupun kendaraan umum yang bisa digunakan untuk menikmati keindahan kawasan Bromo. Untuk mendapatkan pemandangan khas Bromo, wajib hukumnya untuk bermalam karena keesokan harinya ketika pagi menjelang sudah harus bangun dan berangkat menuju view point untuk menyaksikan matahari terbit.

Ada banyak penginapan untuk bermalam di kawasan ini, mulai dari hotel hingga home stay, harganya pun bervariasi dan tentunya relatif murah. Penginapan sekelas home stay dilengkapi dengan fasilitas standar sudah bisa didaptkan dengan membayar sekitar 125.000,- hingga 200.000,- perhari, atau jika lebih ingin mendapatkan view Bromo ketika membuka pintu kamar dapat menginap di hotel dengan merogok kocek lebih yaitu sekitar 500.000,- hingga 1.500.000,- per hari. Bagi pengunjung ataupun wisatawan yang datang dalam jumlah kecil ataupun tidak menggunakan jasa tour wisata, setiba di penginapan segera mencari informasi rental/sewa mobil jeep untuk keesokan hari. Biaya sewa jeep saat ini sudah standar dan sama, sehingga tidak perlu khawatir jika kita (pengunjung) akan dikenakan tarif diatas normal. Untuk paket sewa jeep berkisar 250.000,- hingga 500.000,- tergantung paket yang diambil.

Keindahan dan hangatnya sinar matahari pagi menjadi sajian utama dari destinasi ini. Setidaknya ada dua lokasi ataupun view point untuk menanti datangnya matahari, yaitu di Penanjakan ataupun di Seruni point. Kedua lokasi ini memiliki perbedaan, Penanjakan menjadi lokasi yang paling banyak didatangi wisatawan manca negara dan domestik. Jika musim liburan datang, lokasi ini akan penuh maklum panorama Bromo dengan diselimuti kabut pagi terlihat cukup jelas dari ketinggi 2770 meter. Belum lagi pantulan cahaya jatuh di sebagian sisi gunung-gungung kaldera Tengger tampak semakin indah dengan asap mengepul keluar dari kawah Bromo. Sedangkan jika kawasan Seruni Point merupakan alternatif baru untuk menyaksikan panorama matahari terbit, lokasinya jauh lebih dekat dari Cemoro Lawang sehingga bagi wisatawan yang bermalam di sekitar wilayah Probolinggo tidak perlu melintasi lautan pasir seperti ke puncak Penanjakan. Namun fasilitas di Seruni point tidak selengkap dan senyaman di Penanjakan dengan bangku panjangnya dan pagar pembatas.

Seusai menikmati matahari terbit, jip yang telah disewa sebelumnya dapat membawa kita mengarungi lautan pasir dan mendekati Pura Poten. Pura ini terletak di tengah lautan pasir dan berada diantara kaki gunung Bromo dan Batok. Tempat suci bagi umat Hindu suku Tengger ini merupakan lokasi dilaksanakannya Upacara Kasada pada bulan Kasada saat bulan purnama. Setelah itu melanjutkan mengarungi lautan pasir dengan berkuda, serta mulai mendaki 223 anak tangga sampai ke tepi kawah yg masih cukup aktif.

Belum puas dengan aktivitas pagi bersama Bromo, tenang saja bagi pengambil paket sewa jip secara penuh atau dengan biaya 500.000,- bisa meneruskan melihat eksotika perbukitan kecil “Teletubbies”. Penyebutan ini bukan tanpa alasan, jika kita memandang ke perbukitan hijau sekitar 8 kilometer dari Cemorolawang maka apa yang tersaji pada tayangan film televisi anak-anak di sekitar tahun 1995-2000an silam terlihat dihadapan kita. Bagaimana tidak gundukan sejumlah bukit berbentuk kubah berselimut rerumputan hijau memang mirip dengan bukit di film boneka Teletubbies. Letakknya yang agak tersembunyi di perbatasan Probolinggo-Malang-Lumajang dapat menyegarkan mata dan membawa keteduhan hati. Nah. Tunggu apa lagi, segera buat rencana musim liburan ini ke kawasan Bromo.

Namun, sebelum berangkat persiapkan pakaian hangat semacam jaket, sweter ataupun sejenisnya untuk dibawa serta. Tidak lupa bagi pengunjung yang memiliki alergi terhadap udara dingin untuk membawa obat-obatan. Hal-hal ini perlu diperhatikan mengingat temperatur di sekitar kawasan Bromo ketika malam mencapai 15-18 derajat Celcius. Bahkan menjelang dini hari hingga subuh bisa mencapai 10-14 derajat Celcius.

Jadi tidak salah jika musim liburan kali ini berwisata di Gunung Bromo dengan segala keindahannya. Jika wisatawan mancanegara pun berbondong-bondong menikmati keindahan alam nusantara, kenapa kita justru mencari sensasi keindahan itu ke negeri tetangga. Saatnya menyemarakkan wisata domestik dengan mengunjungi destinasi Bromo. (Prakoso Bhairawa Putera, blogger dan peminat fotografi wisata)


KAWAH TEKUREP: MAKAM KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM

Palembang bukan hanya dikenal dengan sejarah panjang Kerajaan Sriwijaya yang berjaya di Nusantara pada abad VI hingga abad XIII saja, namun kota yang dialiri Sungai Musi ini memiliki cerita lain tentang Kesultanan Palembang Darussalam. Kesultanan ini berdiri pada tahun 1675 sebagai sebuah kerajaan Islam yang dipimpin oleh Sultan Abdurrahman (1659-1706) di awal pemerintahannya. Akan tetapi kekuasaan kolonial Belanda menghapus kesultanan ini di periode 7 Oktober 1823.

Kompleks Makam Kesultanan Palembang Darussalam

Keberadaan kesultanan ini masih tetap dirasakan hingga kini. Kompleks pemakaman kesultanan menjadi bukti bahwa nilai-nilai Islam begitu kuat di masa Kesultanan Palembang Darussalam.

Tidak sulit untuk menemukan kompleks pemakaman ini, walaupun letaknya terlindungi kompleks pergudangan peti kemas Pelabuhan Bom Baru di kawasan Kelurahan III Ilir, Kecamatan Ilir Timur II. Dari pinggiran jalan raya, kita harus berjalan sekitar 200 meter untuk dapat melihat langsung kompleks pemakaman ini. Jika lebih memilih dari tepian Sungai Musi, maka kompleks ini berjarak tak lebih dari 100 meter.

Makam selalu dirawat dan jaga kebersihannya

Masyarakat Palembang mengenal kompleks pemakaman ini dengan sebutan Kawah Tekurep. Nama tersebut berasal dari bentuk atap bangunan utama pemakaman yang berbentuk cungkup (kubah) melengkung berwarna hijau. Jika diperhatikan dengan seksama, maka bentuknya menyerupai wajan yang terbalik atau dalam bahasa lokalnya kawah tekurep. Berdasarkan informasi dari kuncen (juru kunci) makam, pemakaman ini dibangun tahun 1728 atas perintah Sultan Mahmud Badaruddin I Jaya Wikramo. Kemudian dilanjutkan pembangunan Gubah Tengah di areal pemakaman oleh Sultan Ahmad Najamuddin I Adi Kesumo. Keunikan arsitektur bangunan makam menjadi keindahan yang berhasil menggabungkan gaya arsitektur Melayu, India, dan China.

Untuk bisa memasuki kompleks pemakaman, kita harus melewati gerbang utama yang letaknya di sisi selatan atau bagian yang berhadapan langsung dengan Sungai Musi. Setelah melewati gapura, maka di depan bangunan makam kita bisa melihat silsilah keluarga Kesultanan Palembang Darussalam yang terukir di batu marmer.

Silsilah Makan Kesultanan Palembang Darusslam di Lingkungan Kawah Tekurep
Di dalam kompleks pemakaman terdapat empat cungkup. Tiga cungkup diperuntukkan bagi makam para sultan dan satu cungkup untuk putra-putri sultan, para pejabat dan hulubalang. Di cungkup pertama terdapat makam Sultan Mahmud Badaruddin I (yang wafat di tahun 1756), Ratu Sepuh, istri pertama yang berasal dari Jawa Tengah. Kemudian ada makam Ratu Gading, istri kedua yang berasal dari Kelantan (Malaysia), ada juga makam Mas Ayu Ratu (Liem Ban Nio), istri ketiga yang berasal dari China-Melayu. Selain itu ada juga makam Nyimas Naimah, istri keempat yang berasal dari I Ilir (kini Guguk Jero Pager Kota Palembang Lamo), dan makam Imam Sayyid Idrus Al-Idrus dari Yaman yang tak lain guru dari Sultan.

Sisi Lain di Luar Bangunan Utama
Cungkup kedua, kita dapat melihat makam Pangeran Ratu Kamuk (wafat tahun 1755), di sebelahnya terdapat makam Ratu Mudo (istri dari Pangeran Kamuk), dan makam Sayyid Yusuf Al-Angkawi (imam sultan). Sementara itu, makam Sultan Ahmad Najamuddin (wafat tahun 1776), makam Masayu Dalem (istri Najamuddin), dan makam Sayyid Abdur Rahman Maulana Tugaah (Imam Sultan dari Yaman), berada di cungkup ketiga. Adapun cungkup keempat terdapat makam Sultan Muhammadi Bahauddin (wafat tahun 1803), makam Ratu Agung (istri Bahauddin), makam Datuk Murni Hadad (imam sultan dari Arab Saudi), dan beberapa makam lain yang tidak terbaca namanya. Selain keempat cungkup tersebut, masih ada beberapa makam seperti makam Susuhunan Husin Diauddin, yang wafat dalam pembuangan Belanda di Jakarta, 4 Juli 1826. Semula, Husin Diauddin dimakamkan di Krukut tetapi kemudian dipindahkan ke Palembang.

Kompleks pemakaman ini ternyata masih tetap terawat dan ramai dikunjungi. Biasanya mereka yang berkunjung adalah wisatawan atau peziarah yang ingin melihat langsung kejayaan Kesultanan Palembang Darussalam dari peninggalan makam-makam para tokoh penting di kesultanan ini.(Prakoso Bhairawa Putera)

Memanjakan Keluarga di Pantai Batu Karas

ADA pesona lain akhir pekan jika berkunjung ke wilayah Cijulang. Cijulang (Pangandaran) bukan hanya menyajikan keindahan Cukang Taneuh atau yang lebih dikenal dengan Green Canyon. Ada destinasi yang tak kalah asyiknya dan menawan untuk dikunjungi. Pantai Batu Karas dan Pantai Batu Hiu jawabannya.

AWAN berarakan di langit biru Pantai Batu Karang - Prakoso Bhairawa Putera
Pantai Batu Karas masih berada di kecamatan Cijulang. Potensi unggulan yang satu ini kondisinya semakin tertata dengan apik. Para penduduk dan pedagang yang cukup banyak jumlahnya mulai peduli dan sadar. Kebersihan yang selama ini dikeluhkan wisatawan kini tidak dirisaukan lagi.

Pantai ini sebenarnya menyajikan pesona yang luar biasa. Keunikan mulai terlihat, jika kita pada umumnya berwisata ke pantai maka pemandangan pantai berbentuk garis lurus sudah sangat biasa.

Nah, di destinasi ini terlihat istimewa dengan dilindungi dua perbukitan kecil yang membentuk garis pantai seperti setengah lingkaran. Tak cukup disitu saja, pantai menyajikan keasyikan tersendiri dengan ombaknya yang bersahabat, dengan hamparan pasir dan langit biru membuat nyaman untuk aktivitas renang bersama keluarga, surfing dan juga sekedar bersantai menikmati keceriaan akhir pekan. Jaraknya pun tidak terlalu jauh dari Pangandaran, yaitu sekitar 34 kilo meter saja atau hanya dengan menempuh perjalanan sekitar 1 jam saja kita dapat menikmati keindahan Pantai Batu Karas.

Publikasi Pikiran Rakyat, 5 Februari 2010
Wisatawan domestik dan asing sangat menyukai destinasi ini, terutama bagi para penggila olahraga papan selancar. Keberadaan tebing di sisi kanan pantai menciptakan jalur ombak yang panjang sehingga cocok untuk olahraga air ini. Ombaknyapun tidak terlalu ekstrim, sehingga nyaman untuk peselancar pemula. Jika kita tertarik untuk mencoba, maka pelatih profesional siap membantu. Mereka hanya menarik bayaran sekitar Rp. 150.000,- untuk satu jam, dan perlu diingat biaya tersebut belum termasuk sewa papan selancar yang harganya Rp. 75.000,-.

Di kawasan pantai pun kita dapat menyewa beberapa fasilitas seperti banana boat dimana tiap orang akan dikenakan tarif tidak lebih dari Rp. 45.000,- dan untuk anak-anak serta orang dewasa yang memerlukan ban berenang, maka disediakan penyewaan dengan membayar sekitar Rp. 5.000,- hingga Rp. 10.000,- tergantung ukuran ban.

Untuk pengunjung yang membutuhkan ketenangan dan suasana nyaman dengan memandangi lautan, tidak perlu khawatir, sisi lain kawasan pantai memberikan suasana yang tidak kalah menarik, jika berjalan menuju perbukitan kecil maka hamparan laut lepas dengan birunya air terlihat jelas. Bahkan ombak putih yang pecah di bebatuan karang dapat mengobati kejenuhan aktivitas harian. Suasana di perbukitan ini semakin nyaman dengan banyaknya pohon-pohon yang menaungi sehingga terasa lebih sejuk.

Nah, tidak salah jika pilihan akhir pekan kali ini dengan memanjakan diri bersama anggota keluarga di Pantai Batu Karas, dan setelah berlibur, jangan lupa membeli buah tangan yang tersedia.**** (Prakoso B. Putera - Blogger dan Peminat Fotografi Wisata)

NOSTALGIA KULINER DI KOTA PALEMBANG


Sudah lama rasanya tidak mencicipi kuliner khas Kota Palembang. Sesaat sebelum take off di Bandara Soekarno Hatta Jakarta awal Mei 2010 lalu, saya sudah tak sabar membayangkan makanan-makanan khas yang ingin saya cicipi setelah cukup lama meninggalkan Bumi Sriwijaya itu.

Maka sejak mendaratkan kaki di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, kerinduan itu segera menuntun kaki saya menyusuri tempat-tempat yang sedari kuliah dulu menjadi tempat pilihan saya bersama rekan-rekan menghabiskan akhir pekan atau sekadar mentraktir para sahabat kalau sedang dapat rezeki lebih.

Nasi Goreng Bang Ali
Berhubung jam di tangan saya sudah menunjukkan pukul 21.35 WIB, maka saya meminta sopir taksi langsung meluncur ke Ilir Barat Permai. Sebuah hotel berbintang yang cukup nyaman dengan harga relatif terjangkau menjadi pilihan saya. Setelah membersihkan diri, maka saatnya mencari makan malam.

Sisa-sisa memori menuntun kaki saya menyusuri Jalan Mayor Ruslan, mendekati pusat perbelanjaan Internasional Plaza. Di sana akhirnya saya bertemu juga dengan “Nasi Goreng Bang Ali”. Nasi Goreng Bang Ali terkenal dengan ayam kampungnya yang disajikan sebagai pelengkap nasi goreng. Tempat makan ini buka mulai pukul enam sore hingga pukul tiga malam. Namun sayang, kali ini saya kurang beruntung karena ayam kampung yang terkenal gurih dan lezat itu sudah habis. Saya hanya kebagian hati ayamnya saja. Tak apalah, untuk hidangan malam sebelum tidur.

Tak hanya nasi goreng hati ayam kampung saja yang saya pesan, segelas es “Jeruk Kunci” menjadi pilihan saya. Soal harga jangan ditanya. Untuk semua makanan dan minuman yang saya pesan, saya hanya membayar enam belas ribuan saja.

Rumah Makan Ibat Daun

Siang keesokan harinya, giliran Jalan Soekarno-Hatta yang saya susuri. Setelah berkeliling melihat situs-situs purbakala, inilah saat yang tepat menyantap hidangan khas berikut yang sudah saya agendakan dalam hati. Aha, selamat datang ke “Rumah Makan Ibat Daun”!

Rumah Makan Ibat Daun memang sangat cocok untuk persinggahan makan siang. Lokasinya sekitar seratus meter dari persimpangan Bukit Besar. Suasana nan sejuk mirip perkampungan dengan kolam-kolam ikan, pepohonan, dan balai-balai lesehan membuat pengunjung betah berlama-lama. Lokasinya yang berada di pinggir Kota Palembang sangat tepat untuk pilihan makan bersama keluarga ataupun rekan kerja.

“Ibat Daun” sendiri diambil dari bahasa daerah Basemah, yang artinya “terbungkus daun”. Nasi yang dihidangkan di sini memang dalam kondisi terbungkus daun pisang. Singkat cerita, menu serba Basemah pun disajikan di sini, mulai dari berbagai jenis pindang, ikan goreng seluang, hingga sambal khas Basemah.

Hidangan kali ini benar-benar istimewa. Pilihan saya tertuju pada pindang ikan patin dengan ikan goreng seluang. Sedangkan rekan saya lebih memilih pindang tulang yang terkenal enaknya. Benar-benar menggugah selera! Soal harga, dijamin masih tetap terjangkau dibandingkan rumah makan dengan menu serupa di pusat Kota Palembang.

Martabak HAR

Nostalgia kuliner saya di Palembang akan diakhiri dengan menyantap “Martabak HAR”. Kali ini, saya berkesempatan mendatangi restoran pusat Martabak HAR yang telah memiliki banyak cabang di wilayah Palembang maupun luar kota. Lokasinya di seberang Masjid Agung Palembang yang sangat strategis karena memudahkan setiap pengunjung untuk mendatanginya. “HAR” yang menjadi kata di belakang martabak ini merupakan kependekan dari Haji Abdul Rozak yang tak lain adalah pemilik awal dari usaha ini.

Namun, jika Anda berkunjung ke Palembang, sebaiknya berhati-hatilah jika menemukan restoran Martabak HAR, karena banyak martabak yang sejenis ini dipalsukan oleh pihak-pihak lain. Untuk mencirikan restoran yang kita datangi sebagai cabang asli, maka di setiap kedai ataupun restoran Martabak HAR, perhatikanlah foto Haji Abdul Rozak. Bila foto Pak Haji terpampang, maka benarlah barang itu.

Empek-empek

Nah, berkeliling dan menikmati kuliner khas Kota Palembang sudah dituntaskan. Kini saatnya saya kembali ke Jakarta. Tetapi, eit, tunggu dulu! Sebelum take off, saya wajib membeli empek-empek palembang lebih dulu. Kalau tidak, bisa-bisa nanti kena marah handai tolan di Jakarta!

Berbicara Palembang, apalagi soal kulinernya, maka kita diwajibkan mendiskusikan empek-empek terlebih dahulu. Makanan yang satu ini, selain khas, juga sudah menjadi simbol Palembang. Anda tentu sudah pernah mendengar sebutan Palembang sebagai kota empek-empek. Karena itu, makanan gurih ini pun selalu dijadikan buah tangan turis jika mereka menyinggahi kota yang dibelah Sungai Musi ini.

“Kebudayaan empek-empek” terbentuk karena adanya keterikatan warga Palembang dengan Sungai Musi. Sungai yang mengalir sejauh 750 km dan merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera ini menjadi habitat terbaik bagi kawanan ikan belida (Hotopetrus chitala, H.B). Masyarakat setempat mengenalnya dengan iwak belido. Ikan belida sebagai salah satu sumber makanan di Palembang telah memunculkan tradisi pembuatan makanan berupa empek-empek sekaligus menjadi kearifan lokal yang khas dibanding daerah lain. Jenis ikan ini merupakan bahan baku pembuatan empek-empek berkualitas paling tinggi. Sayangnya, populasi belida tinggal 10% saja yang hidup secara bebas di perairan Sungai Musi.

Di Palembang, penjual empek-empek ditemukan hampir di setiap sudut kota. Pada pagi hari, para penjual sarapan juga menyediakan makanan ini sebagai pembuka kegiatan. Ah, rasanya saya tak perlu lebih banyak menceritakan empek-empek karena toh hampir seluruh orang Indonesia sudah mengenal makanan ini.

Ayo, tunggu apa lagi, kunjungi Palembang!

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More