Nostalgian Kuliner di Kota Palembang

Kerinduan itu segera menuntun kaki saya menyusuri tempat-tempat yang sedari kuliah dulu menjadi tempat pilihan saya bersama rekan-rekan menghabiskan akhir pekan atau sekadar mentraktir para sahabat. (*Prakoso Bhairawa Putera)

ARAH PERUBAHAN UU IPTEK

Namun, rencana perubahan tidak mencantumkan peneliti dan perekayasa sebagai bagian penting dari sumber daya.Padahal, pelaku aktivitas penelitian, pengembangan, dan penerapan iptek terletak pada peneliti dan perekayasa.

Makam Kesultanan Palembang Darussalam

Masyarakat Palembang mengenal kompleks pemakaman ini dengan sebutan Kawah Tekurep. Nama tersebut berasal dari bentuk atap bangunan utama pemakaman yang berbentuk cungkup (kubah) melengkung berwarna hijau. (*Prakoso Bhairawa Putera)

Penyerahan Hadiah Pemenang LKTI Seskoal 2012

Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Arief Rudianto, SE., menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba karya tulis ilmiah dengan tema “Menuju Kejayaan NKRI sebagai Negara Kepulauan yang Bervisi Maritim”.

"MABUK OTDA" KETIKA DAERAH BARU (DINILAI) GAGAL

Gegap gempita otonomi ternyata membawa konsekuensi logis dengan perubahan dalam sistem pemerintahan daerah.(Esquire Indonesia, Juni 2013 *Prakoso Bhairawa Putera)

Tampilkan postingan dengan label JURNAL NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JURNAL NASIONAL. Tampilkan semua postingan

TINGKAT KOLABORASI PENELITI PADA PROGRAM INSENTIF “SEMI TOP-DOWN” KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI, TAHUN 2008—2010

Setiowiji Handoyo, Prakoso Bhairawa Putera
Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi -
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

SARI KARANGAN

Program insentif Kementerian Riset dan Teknologi (KRT) merupakan stimulus dalam rangka peningkatan kolaborasi penelitian di Indonesia. Kolaborasi riset menjadi jembatan kerjasama antar peneliti atau organisasi, baik dalam hal sumber daya manusia, peralatan, dana, gagasan, dan lain sebagainya melalui dukungan pendanaan dari KRT. Guna mengetahui gambaran kegiatan riset-riset yang dibiayai dari Program Insentif maka penelitian ini dilaksanakan. Tujuan lain riset ini adalah untuk melihat bagaimana tingkat kolaborasi/kerjasama riset yang dilakukan oleh para peneliti yang melakukan kegiatan insentif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan data kuantitatif. Sumber data berasal dari pengelola program insentif KRT. Analisis dilakukan terhadap seluruh kegiatan insentif yang dibiayai oleh program insentif KRT selama tahun 2008—2010. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa dari 1.226 kegiatan yang dilaksanakan pada program insentif KRT tahun 2008-2010 kegiatan terbesar dilakukan pada jenis insentif riset terapan (498 kegiatan). Sedangkan menurut bidang fokus, kegiatan terbanyak berada pada kelompok bidang ketahanan pangan (386 kegiatan) dan menurut bidang ilmu berada pada kelompok bidang ilmu rekayasa (553 kegiatan). Tingkat kolaborasi peneliti pada kegiatan insentif didapatkan 20,43% dilakukan secara berkolaborasi oleh dua orang peneliti atau lebih.

Kata kunci: Kolaborasi, Program Insentif KRT, Jenis Insentif, Bidang Fokus, Bidang ilmu

A B S T R A C T

Incentive programs the Ministry of Research and Technology (KRT) is a stimulant in order to increase collaborative research in Indonesia. Collaborative research to be a bridge of cooperation between researchers and organizations, both in terms of human resources, equipment, funds, ideas, and so forth, all through the funding support of KRT. In order to reveal the research activities financed from the Incentive Program, the research was conducted. Another objective of this research is to see how the level of collaboration/cooperation on research conducted by the researchers conducting incentive. This research is a descriptive study using quantitative data. Source data from KRT incentive program managers. Analysis was performed on all activities financed incentive incentive program KRT during 2008-2010. The results of this study concluded that from 1226 the activities carried out in the years 2008-2010 incentive program KRT greatest activity conducted applied research on the types of incentives (498 events). Meanwhile, according to the focal plane, most activities are in the areas of food security (386 events) and according to science should be in the field of engineering sciences (553 events). Collaboration of researchers at the activity level incentives earned 20.43% done in collaboration by two or more researchers.

Keywords: Collaboration, KRT Incentive Program, Incentive Type, Focus Areas, Field of science

Publikasi pada Jurnal Ilmiah "Warta Kebijakan Iptek dan Manajemen Litbang" Volume 10, No. 2 Tahun 2012, Halaman 99--14

INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT SPESIFIK LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN: IMPLEMENTASI MODEL ACSI

Budi Triyono dan Prakoso Bhairawa Putera

Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi –
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Jln. Jend. Gatot Subroto No. 10, Gd Widya Graha Lantai 8, Jakarta 12720
Email: prak001@lipi.go.id, prakoso.bp@gmail.com

Abstract

Law number 25 year 2009 concerning Public Service highlights one important thing about Community Satisfaction Index (CSI). CSI becomes an important aspect to see the extent to which Unit of Organization is able to provide excellent service. CSI measurement is generally refer to the Ministry of Administrative Reform Decision Number KEP/25/M.PAN/2/2004 concerning General Guidelines to Measure Community Satisfaction Index. However, the measurement is felt less suitable for research institute organizations and development (R & D). Institute for R & D organization has specific characteristics that require measurement-oriented CSI such specificity. This paper provides a concept of development of CSI is more suitable measurement implemented for R & D institutions in Indonesia. The concept is oriented towards the development of measurement products and services R & D, product and service performance of R & D services, the performance of the delivery staff, accessibility, communication,satisfaction with services R & D products and services, the impact of satisfaction, and improved services.
Keywords: CSI, Public Service, Institute for Research and Development, Reforms

 Abstrak

Undang-undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik menggaris bawahi salah satu hal penting mengenai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Keberdaan IKM menjadi penting untuk melihat sejauh mana unit organisasi mampu memberikan pelayanan prima. Pengukuran IKM yang umumnya digunakan merujuk pada KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat. Pengukuran tersebut dirasakan kurang cocok digunakan untuk lembaga organisasi penelitian dan pengembangan (litbang). Lembaga Organisasi litbang memiliki karakteristik khusus sehingga membutuhkan pengukuran IKM yang berorientasi pada kekhususan tersebut. Makalah ini memberikan konsep pengembangan pengukuran IKM yang lebih cocok diimplementasikan bagi lembaga litbang di Indonesia. Konsep pengembangan pengukuran ini berorientasi pada penggunaan produk dan jasa litbang, kinerja layanan produk dan jasa litbang, kinerja staf penyelenggaran, aksesibilitas, komunikasi, kepuasan terhadap layanan produk dan jasa litbang, dampak kepuasan, dan perbaikan layanan.

Kata kunci: IKM, Pelayanan Publik, Lembaga Litbang, Reformasi
Publikasi Jurnal Borneo Administrator , Volume 9, No. 1 Tahun 2013: Halaman 53--74

KORUPSI DI DAERAH : SALAH JALAN PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI DAERAH

Prakoso Bhairawa Putera
Program Magister Administrasi dan Kebijakan Publik - Universitas Indonesia, 
Kampus UI Depok, Jawa Barat
Email: prakoso.bp@gmail.com


Pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia memberikan catatan penting, dimana pemberian kewenangan kepada pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan dan pengelolaan anggaran, menciptakan dominasi kekuasaan oleh elit lokal. Dominasi tersebut membawa elit lokal sangat dekat dan memiliki akses terhadap sumber-sumber daerah yang rawan korupsi atau penyalahgunaan wewenang. Hal inilah yang kemudian memunculkan wacana baru berupa desentralisasi korupsi (korupsi di daerah). Berdasarkan data KPK selama 2004 – 2011 terdapat 42,06% dari total jumlah kasus tindak pidana korupsi dilakukan di tingkat atau oleh pejabat daerah. Modus utama dan berulang dari korupsi di daerah adalah markup dari pengadaan barang dan jasa, pengeluaran fiktif dan proyek-proyek untuk keuntungan diri sendiri. Praktik salah jalan penyelenggaraan administrasi daerah (korupsi di daerah) dapat ditekan dengan melibatkan seluas mungkin partisipasi masyarakat dengan adanya gerakan anti-korupsi yang menjelma menjadi gerakan sosial dan serentak di seluruh wilayah Indonesia.

PERKEMBANGAN E-LEARNING DI SINGAPURA: SEBUAH PEMBELAJARAN BAGI INDONESIA

Prakoso Bhairawa Putera dan Sri Rahayu 

prak001@lipi.go.id; prakoso.bp@gmail.com 

Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi – 
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia 

Naskah Masuk: 08-12-2010 Naskah Revisi: 27-12-2010 Naskah Terima: 17-01-2011 

ABSTRACT 

One of the challenges in the diffusion of knowledge is the quality of learning. Many methods and innovations that have developed in improving the quality of learning, namely by updating the teaching materials are more easily understood and learned. Learning through electronic media such as internet/extranet, satellite broadcast, audio/video, interactive television, compact disc, and computer-based training to be a choice. In the development activities of this kind is known as electronic learning (e-learning). Many countries have been successful in developing e-learning, also gain economy benefit from the IT content or software business. Singapore is one sample of succesfull country in the advances implement. This paper reviews the raid development in the field of e-learning in Singapore to reveal the picture of e-learning market, policies and portraits of e-learning application in education in Singapore. So that can be used as references and examples of successful e-learning lessons for Indonesia. Singapore's success in developing and implementing e-learning, due to the commitment of government and industry players to develop this sector. Commitment was followed by memberian incentives for application development and fulfillment of basic infrastructure, and awareness with the users especially in the education sector to take advantage of these learning applications. This information will be used as lessons for Indonesia in the development and implementation of e-learning. 

Keywords: E-Learning, Information Communication and Technology, Singapore, and Indonesia 


SARI KARANGAN 

Salah satu tantangan dalam difusi pengetahuan adalah pembelajaran yang berkualitas. Banyak metode dan inovasi yang telah dikembangkan dalam peningkatan kualitas pembelajaran tersebut, yaitu dengan pemuktahiran bahan ajar yang lebih mudah dipahami dan di pelajari. Pembelajaran melalui media elektronik seperti internet/extranet, satelit broadcast, audio/video, interaktif televisi, Cakra Padat, dan komputer berbasis pelatihan menjadi pilihan. Pada perkembangannya kegiatan semacam ini dikenal dengan elektronik learning (e-learning). Banyak negara yang telah sukses dalam mengembangkan e-learning di negaranya bahkan berdampak langsung terhadap ekonomi negara melalui penjualan konten. Singapura merupakan negara yang sukses menerapkannya. Tulisan ini bertujuan mengulas perkembangan pesat dalam bidang e-learning di Singapura dengan mengungkap gambaran pasar e-learning, kebijakan dan potret aplikasi e-learning di dunia pendidikan Singapura. Sehingga dapat dijadikan referensi dan contoh pembelajaran kesuksesan e-learning bagi Indonesia. Kesuksesan Singapura dalam mengembangkan dan mengimplementasikan e-learning, dikarenakan adanya komitmen dari pemerintah dan pelaku industri untuk mengembangkan sektor ini. komitmen tersebut diikuti dengan memberikan insentif bagi pengembangan aplikasi dan pemenuhan infrastruktur dasar, serta kesadaran bersama para pengguna terutama di sektor pendidikan untuk memanfaatkan aplikasi pembelajaran tersebut. Hal inilah yang dapat dijadikan pembelajaran bagi Indonesia dalam pengembangan dan implementasi e-learning. 

Kata Kunci: e-Learning, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Singapura, dan Indonesia 

E-LEARNING DI SINGAPURA: PEMBELAJAR UNTUK INDONESIA - Prakoso Bhairawa Putera Ok

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More