Nostalgian Kuliner di Kota Palembang

Kerinduan itu segera menuntun kaki saya menyusuri tempat-tempat yang sedari kuliah dulu menjadi tempat pilihan saya bersama rekan-rekan menghabiskan akhir pekan atau sekadar mentraktir para sahabat. (*Prakoso Bhairawa Putera)

ARAH PERUBAHAN UU IPTEK

Namun, rencana perubahan tidak mencantumkan peneliti dan perekayasa sebagai bagian penting dari sumber daya.Padahal, pelaku aktivitas penelitian, pengembangan, dan penerapan iptek terletak pada peneliti dan perekayasa.

Makam Kesultanan Palembang Darussalam

Masyarakat Palembang mengenal kompleks pemakaman ini dengan sebutan Kawah Tekurep. Nama tersebut berasal dari bentuk atap bangunan utama pemakaman yang berbentuk cungkup (kubah) melengkung berwarna hijau. (*Prakoso Bhairawa Putera)

Penyerahan Hadiah Pemenang LKTI Seskoal 2012

Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Arief Rudianto, SE., menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba karya tulis ilmiah dengan tema “Menuju Kejayaan NKRI sebagai Negara Kepulauan yang Bervisi Maritim”.

"MABUK OTDA" KETIKA DAERAH BARU (DINILAI) GAGAL

Gegap gempita otonomi ternyata membawa konsekuensi logis dengan perubahan dalam sistem pemerintahan daerah.(Esquire Indonesia, Juni 2013 *Prakoso Bhairawa Putera)

Tampilkan postingan dengan label PROSIDING SEMINAR NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PROSIDING SEMINAR NASIONAL. Tampilkan semua postingan

MODEL PENGUKURAN INDEKS KEPUASAN PELANGGAN SPESIFIK UNTUK LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ALTERNATIF PENYUSUNAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT #PROSIDING KONFERENSI REFORMASI BIROKRASI 2012

SETELAH menunggu hampir 4 bulan lamanya sejak penyelenggaraan konferensi Reformasi Birokrasi Tahun 2012, akhirnya Prosiding terbit juga,..Prosiding ini bertajuk Reformasi Birokrasi: Pameran, Konferensi, dan Pertemuan Pemangku Kepentingan 2012  dapat diakses secara gratis melalui link berikut ini.

Prosiding ini berisi semua makalah yang telah diedit dan melalui proses penyuntingan oleh tim Akademik dan penyelenggara. Jika membuka halaman 429 maka akan menemukan makalah saya (Prakoso Bhairawa Putera) dan Budi Triyono yang membawakan judul "MODEL PENGUKURAN INDEKS KEPUASAN PELANGGAN SPESIFIK UNTUK LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ALTERNATIF PENYUSUNAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT" pada saat seminar yang lalu.

Berikut Abstrak Makalah tersebut:

Undang-undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik menggaris bawahi  salah satu hal penting mengenai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Keberdaan IKM menjadi penting untuk melihat sejauh mana unit organisasi mampu memberikan pelayanan prima. Pengukuran IKM yang umumnya digunakan merujuk pada KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat. Pengukuran tersebut dirasakan kurang cocok digunakan untuk organisasi penelitian dan pengembangan (litbang). Organisasi litbang memiliki karakteristik khusus sehingga membutuhkan pengukuran IKM yang berorientasi pada kekhususan tersebut. Makalah ini memberikan konsep pengembangan pengukuran IKM yang lebih cocok diimplementasikan bagi organisasi/lembaga litbang di Indonesia. Konsep pengembangan pengukuran ini berorientasi pada penggunaan produk dan jasa litbang, kinerja layanan produk dan jasa litbang, kinerja staf penyelenggaran, aksesibilitas, komunikasi, kepuasan terhadap layanan produk dan jasa litbang, dampak kepuasan, dan perbaikan layanan.

Kata Kunci:  IKM, Pelayanan Publik, Lembaga Litbang, Reformasi Birokrasi

Optimasi Promosi Visit Musi 2008 Berbasis E-Tourism

Prakoso Bhairawa Putera, Chichi Shintia Laksani, Dian Prihadyanti 
Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia 
Gedung Widya Graha, Lantai 8. JL. Gatot Subroto No. 10 Jakarta 12720 
Phone: +62-21-5225206, Fax: +62-21-5201602 
prak001@lipi.go.id, chic001@lipi.go.id, dian013@lipi.go.id 

Abstract 

Rapid development of ICT in this global era has born new concepts. E-tourism is an example. This concept has evolved in Indonesia, indicated by occurrence of Visit Musi Promotion Program 2008, implemented by Government of South Sumatera to increase its local competitiveness. Although it is a popular program in Indonesia, an evaluation study shows that the implementation does not achieve optimization. This paper tries to identify opportunity to optimize the program by contemplating four aspects, includes business, ICT, tourism, and government. These aspects still have a chance to be optimized. The optimization can be accomplished by improving appearance of the website, completing information and language appliance, and increasing level of interaction in communicating with customers. 

Keywords: e-tourism, opportunity for optimization

I. PENDAHULUAN 

Kajian ini merupakan kajian lanjutan penelitian terhadap evaluasi penerapan e-Gov dalam promosi visit musi 2008 (Bhairawa Putera dkk, 2008). Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa laman Visit Musi 2008 yang diterapkan oleh Pemerintah Sumatera Selatan merupakan salah satu bentuk penerapan e-Gov di Indonesia yang bertujuan meningkatkan percepatan proses interaksi antara producer dengan customers guna meningkatkan daya saing wilayah dan menghidupkan aktivitas masyarakat. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan terhadap tujuh variabel yang mencakup fungsi, orientasi, tahapan komunikasi, information processing, portal, aksesibilitas, dan penyajian struktur informasi, diketahui bahwa penerapan e-Gov di propinsi ini masih belum optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan terutama yang berkaitan dengan aspek orientasi, tahapan komunikasi, information processing, aksesibilitas, dan penyajian struktur informasi. 

Secara umum laman visit musi 2008 baru berfungsi sebagai portal informasi saja, dan belum menjadi sarana interaksi, dan transaksi antara producers (sumberdaya wilayah) dengan customers (target pasar). Portal tersebut menggambarkan brand dan daya tarik yang ingin dipasarkan oleh propinsi Sumetera Selatan. Portal tersebut ditujukan sebagai sarana promosi daerah untuk menarik wisatawan. Proses promosi Visit Musi 2008 berbasis eGov dimulai dari producers memberikan input berupa struktur informasi mengenai produk-produk yang ingin dipasarkan. Selanjutnya pemberian informasi ditampilkan dalam bentuk laman.

Pemberian informasi pariwisata berbasis TIK seperti laman Visit Musi merupakan salah satu bentuk penerapan konsep electronic tourism atau e-tourism. E-Tourism merupakan bentuk pemanfaatan teknologi informasi internet untuk mendukung industri pariwisata, biro perjalanan, hotel, serta industri terkait pariwisata lainnya Rai Utama, 2008). E-tourism dapat dijadikan sebagai salah satu alat pendorong pariwisata suatu daerah.

Hasil studi sebelumnya mengenai evaluasi penerapan eGov pariwisata di Sumatera Selatan menunjukkan bahwa laman Visit Musi 2008 tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan pariwisata melalui media teknologi informasi. Namun demikian, laman tersebut masih belum optimal dalam fungsinya sebagai laman pendorong pariwisata Sumatera Selatan. Oleh sebab itu, guna memaksimalkan fungsi laman Visit Musi 2008 diperlukan kajian mengenai peluang optimasi promosi Visit Musi 2008 berbasis e-tourism. Hasil dari kajian ini diharapkan dapat mengetahui peluang optimasi dalam pemasaran pariwisata yang berguna bagi pemerintah Sumatera Selatan, dan sebagai bahan pertimbangan dalam meningkatkan daya saing daerah.


selengkapnya bisa diunduh disini - Prosiding e-Indonesia Initiative 2008 (eII2008), Konferensi dan Temu Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Indonesia. 21-23 Mei 2008, Jakarta.

DESTINATION MANAGEMENT ORGANIZATION (DMO): PARADIGMA BARU PENGELOLAAN PARIWISATA DAERAH BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

Prakoso Bhairawa Putera, Sri Mulatsih, Sri Rahayu
Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi -
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Jl. Gatot Subroto No. 10, Gd. Widya Graha Lt. 8, Jakarta
Telp. (021) 522508 ext. 699, Fax : (021) 5201602
E-mail: prak001@lipi.go.id, koko_p_bhairawa@yahoo.co.id

ABSTRAK

Now days, e-tourism, a part of the face of the development in tourism sector, begins to turn into new paradigm in management system which strongly needs more interactive information technology (IT). Within this paradigm, stakeholders of tourism sector in one region usually enhance the e-tourism with providing a solid tourism management through a system called Destination Management Organization (DMO). Based on this condition, this paper aims to analyze the framework of this new system which has been adopted in some regions in Indonesia. Using explorative analysis method, this paper finds that DMO in those regions basically still depends on the coordination tourism stakeholders, destination crisis management and destination marketing

Key Words: e-tourism, new paradigm, ict, dmo


Makalah ini telah dipublikasi pada Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2009 (SNATI 2009). Universitas Islam Indonesia : Yogyakarta. ISSN: 1907-5022. Selengkapnya unduh diisini

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More