Nostalgian Kuliner di Kota Palembang

Kerinduan itu segera menuntun kaki saya menyusuri tempat-tempat yang sedari kuliah dulu menjadi tempat pilihan saya bersama rekan-rekan menghabiskan akhir pekan atau sekadar mentraktir para sahabat. (*Prakoso Bhairawa Putera)

ARAH PERUBAHAN UU IPTEK

Namun, rencana perubahan tidak mencantumkan peneliti dan perekayasa sebagai bagian penting dari sumber daya.Padahal, pelaku aktivitas penelitian, pengembangan, dan penerapan iptek terletak pada peneliti dan perekayasa.

Makam Kesultanan Palembang Darussalam

Masyarakat Palembang mengenal kompleks pemakaman ini dengan sebutan Kawah Tekurep. Nama tersebut berasal dari bentuk atap bangunan utama pemakaman yang berbentuk cungkup (kubah) melengkung berwarna hijau. (*Prakoso Bhairawa Putera)

Penyerahan Hadiah Pemenang LKTI Seskoal 2012

Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Arief Rudianto, SE., menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba karya tulis ilmiah dengan tema “Menuju Kejayaan NKRI sebagai Negara Kepulauan yang Bervisi Maritim”.

"MABUK OTDA" KETIKA DAERAH BARU (DINILAI) GAGAL

Gegap gempita otonomi ternyata membawa konsekuensi logis dengan perubahan dalam sistem pemerintahan daerah.(Esquire Indonesia, Juni 2013 *Prakoso Bhairawa Putera)

Tampilkan postingan dengan label AGENDA KO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AGENDA KO. Tampilkan semua postingan

PEMENANG BULAN BAHASA TINGKAT NASIONAL 2011

Penutupan dan acara puncak Bulan Bahasa 2011 yang digelar di Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta meriah. Sedikitnya 2000 peserta yang terdiri para siswa, guru, sastrawan, penerima penghargaan, pemenang lomba, pemuda, organisasi, pejabat pemerintah dan berbagai komponen masyarakat lainnya numplek jadi satu. 

“Sejak dini anak-anak harus sudah diajarkan Bahasa Indonesia dengan baik, sehingga memperkuat bahasa nasional kita,” kata Ketua Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud Agus Dharma Ph. D usai acara punck di TMII, Jakarta, Jumat (28/10). 

Dalam acara tersebut juga dicanakan juga Gerakan Nasional Cinta Bahasa Indonesia (GCBI). Merupakan gerakan yang dilatar belakang oleh perubahan prilaku masyarakat Indonesia dalam bertindak dan berbahasa. 

Mengingat kondisi tersebut, perlu dilakukan penegasan dan pemantap kembali kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, baik sebagai bahasa nasional maupun sebagai bahasa negara, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pada tatanan kehidupan global. 

Salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk itu adalah menanamkan kembali kecintaan dan kebanggan masyarakat terhadap bahasa Indonesia. CGBI adalah salah satu bentuk kegiatan nyata yang dilakukan dalam rangka mewujudkan dan menumbuhkan perasaan cinta terhadap bahasa Indonesia. 

Puncak acara kegiatan GCBI dilaksanakan dalam bentuk pemberian penghargaan kepada tiga instansi/lembaga yaitu PT. Carrefour, PT. Angkasa Pura II dan Hotel Borobudur sebagai instansi/lembaga yang depuli dalam penggunaan bahasa Indonesia di instansi/lembaganya dan penyerahan panji GCBI kepada Gubernur DKI Jakarta, Gubenur Jawa Tengah dan Gubernur Sulawesi Tenggara sebagai perwakilan dari kepala daerah se-Indonesia. 

Kegiatan lain yang dilaksanakan oleh Badan Pengembangan dan pembinaan Bahasa Indonesia melakukan berbagai sayembara dan lomba dengan pemanang antara lain; 
  1. Sayembara Penulisan Cerita Pendek bagi Remaja Tingkat Nasional dengan pemenang I: Brgitta Engla Aprianti, (Mei), II: Tiara Zuhrat Shabrina Yohaputri (Pastel Donat), III: Amayakim (Sajak-Sajak Inayah),Pemenang Harapan I: Rendi Erianda (Benci), Pemenang Harapan II: Vivi Wahyuni (Pulanglah Ayah) dan Pemenang Harapan III: Ahmad Ryan Fauzy (Petualangan Bola) 
  2. Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SLTA Se-Jabodetabek: Pemanang I: SMA Negeri 62 Jakarta, Pemanang II: SMK 5 Penabur, Pemenang III: SMA Musik Perguruan Cikini, Pemenang Harapan I: SMA Negeri 27 Jakarta, Pemenang Harapan II: SMA Jakarta Raya, dan Pemenang Harapan III: SMA Muhammadyah 2 Jakarta. 
  3. Sayembara Penulisan Puisi Siswa Sekolah dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Tingkat Nasional; Pemenang I: Salsabila Zahra Nur Aulia, SD Islam Imama, Kedung Pane, Semarang dengan judul puisi “Goreng Cinta”, Pemanang II: Kezia Kristananda, SD Plus Bakti Utama, Gombong, Jawa Tengah dengan puisi “Gadis Kecil di Gerbang Sekolah”, Pemenang III: Marcayla Rahma Santoso, SD Negeri Kleco I No.07, Surakarta dengan judul puisi “Melodi Angin”, Pemenang Harapan I: Sri Hening Ksatria Kukuh Yoga Pratama Muntono, SD Swasta Yaditra Tarakan Utara, Kalimatan Timur dengan judul puisi “Balada Pengemis Kecil”, Pemanang Harapan II: M. Rafly F, Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sukoharjo dengan judul puisi “Kunang-Kunang Menghilang”. 
  4. Penilaian Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Massa Cetak Tingkat Nasional; Peringkat 1: Kompas, Peringkat 2: Media Indonesia, Peringkat 3: Koran Tempo, Peringkat 4: Republika, Peringkat 5: Seputar Indonesia, Peringkat 6: Sinar Harapan, Peringkat 7: Suara Pembaruan, Peringkat 8: Rakyat Merdeka, Peringkat 9: Indopos dan peringkat 1o: Pikiran Rakyat. 
  5. Debat bahasa Antarmahasiswa Se-Jabodetabek dan Banten: Pemenang I: Program Studi Penduidikan Bahasa Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Pemenang II: Jurusan Sastra Indonesia, Faklutas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Pemenang Harapan I: Program Studi Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia, FKIP, Univeritas Pakuan Bogor dan Pemenang Harapan II: Program Studi Pendidikan Sastra Indonesia dan Daerah, STKIP Setia Budhi Rangkasbitung dan Pemennag Harapan III: Jurusan Bahasa Inggris, Univeritas Sultan Ageng Tirtayasa. 
  6. Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan Tingkat Nasional; Pemenang I: Bekti Patria Dwi Hastuti, S.S, Pemenang II: Novi Diah Haryanti, Pemenang III: Sabjan Badio, Pemenang Harapan I: Imam Muhtarom, Pemenang Harapan II: Binhad Nurromat dan Pemenang Harapan III: R. Kusdaryoko, S.Pd. 
  7. Pemilihan Duta Bahasa 2011; Pemenang I Hanifan Faudi Mubin dan Elizabeth Yuniar, Duta Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Pemenang II: Wahyudi dan Rahmi Yulia Ningsih, Duta Provinsi DKI Jakarta, Pemenang III: Pradipta Dirgantara dan Yesi Haerunisa, Duta Bahasa Provinsi Jawa Barat, Pemenang Harapan I: Putu Ariek Mahardika Putra dan Ni Nyoman Ayu Suciarti, Duta Bahasa Provinsi Bali, Pemenang Harapan II: Hot Maringan Samosir dan Nuri Yunita Hasan Nasution, Duta Bahasa Provisi Sumatra Utara, dan Pemenang Harapan III: Aditia Prethama dan Riza Sriwahyuni, Duta Provisi Kalimatan Tengah.
  8. Pemanang Keterampilan Berbahasa Indonesia bagi Peserta BIPA; Pemenang I: Gao Shiyuan dari Negara China, Pemenang II: Chen Hongxia dari Negara China dan Pemenang II: Mario Gonzales Pliego dari Negara Spanyol. 
  9. Sayembara Penulisan Proposal Penelitian Kebahasaan, Kesastraan, dan Pengajaran bagi Mahasiswa Tingkat Nasional; Kebahassan Terbaik I: Rahmat Tri Hidayat, Univeritas Sebelas Maret, Terbaik II: Memet Sudaryanyto dan Terbaik III: Tidaka ada (nilai tidak ada yang mencukupi untuk Pemenang Terbaik III). Untuk Kesastraan I: Tidak Ada, Terbaik II: Hari Sulistyo, Univeritas Sebelas Maret, Terbaik III: Muhammad Wahyu Amiruddin, Univeritas Negeri Semarang. Intuk Pengajaran Terbaik I: Meina Febriani, Univeritas Negeri Semarang, Terbaik II: Listiani Tular Kurniasih. Univeritas Negeri Jakarta dan Terbaik III: Shila Novelia, Univeritas Negeri Jakarta. (rizal/dms)
Sumber: Pos Kota, 28 Oktober 2011

Urgensi Amandemen UU No. 18/2002

“Ada beberapa permasalahan mengenai substansi, antara lain tatanan kebijakan yang masih menghambat, keterbatasan sumber daya dan belum adanya kejelasan mengenai posisi Kementerian Riset dan Teknologi sebagai koordinator seluruh kegiatan litbang, baik di tingkat pusat, daerah, perguruan tinggi maupun swasta”, ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kementerian Dalam Negeri, Muhammad Marwan, pada acara diskusi amandemen UU No. 18/2002, di ruang Rapat Lantai 8 Gedung II BPPT, Kamis, 16 Juni 2011 kemarin. 

 Marwan juga mengusulkan agar dalam amandemen UU No. 18/2002 perlu ada pasal-pasal yang berkaitan dengan tatanan teknis yang dibutuhkan untuk memperbaiki sistem kelembagaan, sehingga implementasi kebijakan Litbang dan penerapan Iptek bisa sampai ke daerah-daerah. Berkaitan dengan penguatan litbang daerah, Marwan mengingatkan pula, bahwa saat ini amandemen UU 32/2004 tentang Pemerintah Daerah juga dalam proses amandemen. 

Berkaitan dengan itu, Kementerian Dalam Negeri antara lain mengusulkan supaya nanti di setiap provinsi memiliki BPP. Amandemen UU No. 18/2002 hendaknya dapat sejalan dengan amandemen UU 32/2004 ini, yang saat ini sudah disampaikan ke DPR. 

Sementara itu, narasumber kedua, Kepala BPP Provinsi Riau, Tengku Dahril, dalam garis besar paparannya, mengingatkan agar UU No. 18 /2002 hendaknya dapat memberikan kemudahan bagi peneliti dan masyarakat. Teknologi yang dihasilkan sebaiknya tidak melupakan tujuan utamanya, yaitu teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. 

Menyinggung pentingnya sistem inovasi daerah (SIDA), Dahril yang juga guru besar Universitas Riau mengingatkan, pengembangan SIDA perlu terus dilakukan mengingat daerahlah yang menjadi penggerak dan pelaku utama di dalam pembangunan. Untuk itu, menurutnya, perlu terus dilakukan peningkatan koordinasi antara Kementerian Ristek, Kemendagri dan dengan BPP di daerah-daerah. 

Acara diskusi yang menghadirkan 2 nara sumber tersebut, dipimpin oleh Asdep Legislasi Iptek Kemenristek, Dadit Herdikiagung. Dadit mengemukakan bahwa dari identifikasi, diskusi dan masukan sebelumnya, paling tidak sampai saat ini ada 5 (lima) alasan atau tujuan mengapa UU No. 18/2002 harus di amandemen. 

“Alasan maupun tujuan tersebut, yaitu penguatan sistem inovasi nasional (SINas), pengembangan kebijakan audit teknologi, penguatan difusi teknologi, dan pengaturan material transfer agreement (MTA) maupun hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan dan temuan implementasi UU No. 18/2002 yang di lakukan LIPI dan BPPT” jelas Dadit. 

Acara diskusi tersebut dihadiri anggota-anggota kelompok kerja SINas, para Asdep dari lingkungan Deputi Kelembagaan, Asdep Investasi Iptek, Kepala Biro Humas dan Hukum KRT serta anggota Tim Kecil amandemen UU No. 18/2002. Acara serupa, sebelumnya pernah juga dilakukan beberapa kali, antara lain dengan mengundang narasumber dari LIPI, Prakoso Bhairawa Putera dan Sri Mulatsih, penulis buku “Analisis UU No. 18/2002 dalam Bingkai Ekonomi berlandaskan Iptek (2008), dan narasumber dari BPPT, Ugay Sugarmansyah, yang pernah melakukan pengkajian Peraturan Perundang-undangan Bidang Iptek. (ad-4/dep-1/dvd/humas ristek)

Yeeee,....akhirnya Bulan Ramadhan kali ini ada acara kumpul bareng teman-teman dari komunitas blog detik,.lebih spesial lagi karena nama ko masuk dalam daftar undangan,..Asyik bisa menambah pengetahuan baru tentang blog.

Berikut copy paste dari pengumuma/nnya:

Setelah dibuka pendaftaran selama satu minggu, antusias luar biasa peserta training on sharing kali ini. Karena ada ratusan sms/telp/BBM yang masuk ke panitia. Dan kami mohon maaf tempat yang terbatas sehingga kami tidak bisa menampung semua pendaftar. Jadi kami memilih 53 pendaftar pertama (melebihi kuota pertama 50 orang).

Inilah daftar nama yang beruntung itu :

1 AJazi
2 Tayusani Yuza
3 Dwi Anggraini
4 Wahyu Andrian
5 Herman Wahyudi
6 Dinna
7 Rizqa
8 Syaeful Usman
9 Mulyanto
10 Nurul Huda
11 Wawan
12 Erfano Nalakiano
13 Ani berta
14 Fikrie
15 Fitri Rosdiani
16 Melly Feyadin
17 Hanni Handayani
18 Ibnu Susilo
19 Kartika Ari Dewanti
20 Anggun Rosspita
21 Sello Resta Pradityo
22 M. Hilman
23 Haeni
24 Bahja
25 Revina Rahmawita
26 Meriam Martha
27 Muhammad Azhari
28 Ananda Citra Siregar
29 Luthfi Hariz
30 Reni Marthauli
31 Teddy Rustandi
32 Nugraha Adi Prasetya
33 I made Sayoga
34 Oki Radian
35 Haaris Millah Muhammad
36 Donny Oktavian
37 Khairun Nisa
38 Akhmad Mukrofin
39 AA Pratama
40 Yudhistira Maulana
41 Muhammad Holis
42 Sri Zahra
43 Oben
44 Prakoso Bhairawa Putera
45 Sofhal Jamil
46 Nursihwati
47 Arie Fabian
48 Resti
49 Febriana
50 Yuso Pramudayanto
51 Yanuar Suryana
52 Martina Dwi Yulianti
53 M Husin

Mohon bagi peserta yang berhalangan hadir, harap memberitahukan minimal 2 hari sebelum acara karena masih banyak waiting list nama yang ingin ikut pertisipasi.

Hanya mengigatkan acara diadakan pada :

Hari / Tanggal : Minggu, 14 Agustus 2011
Jam : 14.00 Wib - Selesai
Tempat : Meeting Room Detik.com, Gedung Aldevco Octagon Lantai 2, Jalan Warung Buncit Raya No. 75, Depan Halte Busway Buncit Indah, Jakarta Selatan.

Speaker

  • Heru Tjatur (Vice President Product Management & Marketing detik.com) yang akan sharing tentang membuat website dan blog mempunyai value
  • Donny BU ( penggiat internetsehat.org ) yang akan sharing tentang ide kreatif
  • Benny Lodewijk (Product Manager Gigabyte) yang akan sharing Update Teknologi Gigabyte dan AMD

Acara ini disupport oleh : Blogdetik.com, GYGABYTE, Liang Teh CAP PANDA dan internetsehat.org
 Sampai Berkumpul di lokasi Minggu Nanti,....

Workshop Penyusunan Standar Jasa Informasi Pariwisata Indonesia

Workshop Penyusunan Standard Jasa Informasi Pariwisata Indonesia Menarik perhatian peserta yang diselenggarakan di tempat Ruang Rapat Lt.4 Dit. Usaha Pariwisata Kemenbudpar Rabu,13 April 2011 telah diadakan Workshop Penyusunan Standar Jasa Informasi Pariwisata dalam workshop tersebut dihadiri oleh: SAI Global, pihak Konsultan, STP Sahid, PAPPIPTEK Lipi, PT. Indonesia Visitors Center, Radika, Universitas Sahid, Uspar, Disparbud DKI Jakarta, DPP ASITA, DPD ASITA Jabar, Standardisasi Pariwisata, Perencanaan dan Hukum PDP guna menyusun standarisasi sebagaimana yang diamanahkan dalam Undang-Undang Pariwisata No 10 Tahun 2009 dan mengimplementasikan dari Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2010.

Workshop yang dipimpin Gozali Djamal selaku head of Subdirectorate of Tourism Business Standard dan paparan disampaikan pihak konsultan terhadap krangka penyusunan standarisasi Usaha Jasa Informasi Pariwisata yang harus menjadi perhatian peserta adalah standar, serta tentang dasar hukum dari Jasa Informasi Pariwisata; ruang lingkup dan pelaksanaanya termasuk juga masalah visi, misi dan kebijaksanaan, pengelolaan produk, termasuk aspek sumber daya manusia dan menetapkan kompetensi SDM; Sedangkan dari Indonesia Visitor Center memaparkan tentang sarana prasarana yang harus dipenuhi oleh pengelola dibidang usaha informasi pariwisata dan juga terhadap ruang lingkup pelaksana usaha. pihak Indonesia Visitors Center juga menyampaikan tentang kesiapan terhadap jenis usaha dan sarana fisik serta menjelaskan tentang implimentasi dari Jasa Informasi Pariwisata yang berbentuk Tourism Information Center yang terdapat ditempat-tempat strategis dan bentuk-bentuk material promotion product and advertising. serta standarisasi ukuran dan contain.

Pandangan dari peserta workshop disampaikan dalam penyusunan standar usaha informasi pariwisata dipandang perlu memperhatikan tentang difinisi business informasi dan ruang lingkup usaha bidang kepariwisataan sesuai dengan Undang-Undang No 10 Tahun 2010 guna menghindari terhadap overlaping dengan bidang business informasi, memperhatikan ruang lingkup usaha pariwisata sesuai dengan Undang-Undang 10 Tentang Kepariwisataan pada Bab VI Pasal 14 ruang lingkup Usaha Pariwisata pariwisata adalah 1). daya tarik wisata; 2). kawasan pariwisata; 3). jasa transportasi wisata; 4). jasa perjalanan wisata; 5). jasa makanan dan minuman; 6). penyediaan akomodasi; 7). penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi; 8). penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, 9). konferensi, dan pameran; 9). jasa informasi pariwisata; 10). jasa konsultan pariwisata; 11). jasa pramuwisata; 12). wisata tirta; dan spa.

Setalah memperhatikan dari ruang lingkup usaha pariwisata tentu menjadi menarik untuk disimak terutama terhadap standar produk yang akan diinformasikan agar tidak terjadi benturan dan saling tarik menarik denga media advertising, news, magazine serta media electronic lainya.

Ketika membahas masalah produk dan SDM workshop berjalan makin menarik karena dibicarakan juga bagaimana kalau Koran atau majalah yang menginformasikan tentang produk akomodasi, transportasi dan lainnya yang terdapat dalam Bab VI Pasal 14 juga harus memiliki izin usaha Jasa Informasi Pariwisata.

Sedangkan dalam Kepmen No. PM.95/HK.501/MKP/2010 dengan tegas pada BAB I Ketentuan Umum Pasal 1 dengan tegas Dalam Peraturan Meteri berbunyi :


  1. Usaha adalah setiap tindakan atau kegiatan dalam bidang perekonomian yang dilakukan untuk tujuan memperoleh keuntunan dan / atau laba.
  2. Usaha informasi yang selanjutnya disebut usaha pariwisata adalah usaha penyediaan data, berita, feature, foto, video dan hasil penelitian mengenai kepariwisataan yang disebabkan dalam bentuk bahan cetak dan / eloktronik

Dalam berbagai referensi tentang business information mengungkapkan bahwa Bentuk primer informasi bisnis meliputi: 1) News; 2). Market research; 3). Credit and financial information; 4). Company and executive profiles; 5). Industry, country and economic analysis; 6). IT research.

Sedangkan dari Format bisnis utama informasi dapat dibagi ke dalam kategori berikut: 1). Basic reference sources such as guides, bibliographies, dictionaries, almanacs, encyclopedias, handbooks, yearbooks and internet resources; 2). Directories; 3). Periodicals and newspapers; 4). Loose-leaf services; 5). Government information and services; 5). Statistics; 6). Electronic business information

Dari bunyi Undang-Undang dan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata serta bebrapa referensi tentang business informasi tentu jadi tambah menarik untuk dibahas baik oleh berbagai pihak dalam mengimplimentasi Undang-Undang No 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan dan Peraturan Meteri No. PM.95/HK.501/MKP/2010. Hal ini juga merupakan hasil output workshop yang perlu mendapatkan perhatian dari pihak yang akan menyusun Standar Jasa Informasi Pariwisata.

CATATAN PENJURIAN LKIR SONIC LINGUISTIC 2011

Catatan oleh: Prakoso Bhairawa Putera

PERTENGAHAN bulan Februari 2011 lalu, saya berkesempatan menjadi Juri dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja bertajuk Sonic Linguistic 2011. Kegiatan ini diadakan oleh MAN Insan Cendikia Sepong. Sejak akhir Januari saya sudah membaca dan menyeleksi karya yang lolos sebagai finalis yang kemudian diharuskan mengikuti babak final di MAN Insan Cendikia. Namun sayang, dari lima finalis yang diundang, satu finalis mengundurkan diri.

Foto Bersama Panitia LKIR Sonic 2011 -- ketiga dari kanan (prakoso bhairawa putera)
Nah, berikut saya posting beberapa catatan penting mengenai penjurian (sayang jika dibuang). Catatan tersebut saya bagi dalam dua aspek yaitu Penilaian Naskah dan Penilaian Presentasi.

Penilaian Naskah
  1. Ada banyak naskah yang diikutsertakan tanpa merujuk pada penelitian yang telah ada sebelumnya, yaitu melihat apakah ide yang ingin ditulis sudah ada atau belum, lalu jika sudah ada tidak melakukan pembeda dengan ide yang sudah publish tersebut.
  2. Banyak naskah yang tidak tersusun secara baik, penggarapan bab 1 hingga penutup masih lemah dan tidak didukung dengan tinjauan pustaka, metodologi, dan penarikan kesimpulan yang baik juga.
  3. Penulisan daftar pustaka masih belum baik, dan kebanyakan masih salah dalam penulisan.
  4. Ada naskah yang sudah baik dalam penggarapan latar belakang, lalu mampu membuat rumusan masalah dengan baik, begitu juga dengan penulisan tinjauan pustaka sesuai dengan konsep dan teori yang mendukung penelitian, dan menggunakan metode yang tepat. Namun, lemah dalam pembahasan sehingga berdampak pada penarikan kesimpulan. Naskah-naskah yang semacam ini terkesan terburu-buru untuk diselesaikan.
  5. Selain itu ada juga naskah yang benar-benar layak sebagai sebuah karya tulis ilmiah, dalam arti penggarapan mulai dari bab pertama hingga bab akhir rapi dan sistematis, begitu juga dengan metode dan pembahasannya. Namun kendalanya adalah belum mampu membuat kesimpulan dengan saran yang baik. Naskah-naskah semacam ini yang sebagian besar lolos ke tahap final.
  6. Secara khusus saya ingin memberikan catatan penting bahwa kegiatan ini mampu menarik minat adik-adik pelajar SMA tidak hanya dari wilayah Jawa tetapi wilayah di luar Jawa pun ikut berpartisipasi. Selain itu porsi penelitian bidang IPA lebih dominan dibandingkan dengan IPS. Dari seluruh naskah yang masuk untuk kategori IPS hanya 35% saja atau sekitar 9 naskah dari 28 naskah yang masuk.
Penampilan Salah Satu Finalis
Penilaian Presentasi
  1. Sesi presentasi tidak dimanfaatkan dengan baik oleh para finalis. Banyak dari finalis gagal menampilan hasil penelitian sesuai dengan naskah. Presentasi disusun dengan lebih banyak menampilkan animasi dan ilustrasi yang terkadang tidak berkaitan dengan penelitian.
  2. Apa yang ditampilkan pada presentasi kebanyakan merupakan hasil pengembangan dari naskah yang telah dinilai, sehingga sulit melakukan penilaian. Padahal untuk menilai presentasi maka harus melihat pada naskah. Perubahan atau dengan kata lain revisi bisa saja dilakukan asal memberikan dokumen perubahan dan tidak terlalu signifikan. Namun yang terjadi ada yang merubah metode bahkan penggunaan bahan dan alat.
  3. Catatan baik dari presentasi finalis adalah para presenter mampu mengkomunikasikan tampilan slide dengan baik, walaupun terkadang banyak ditemukan perbedaan dengan naskah. Dengan kata lain presentasi lebih baik dari pada naskahnya.
  4. Dalam menjawab pertanyaan dan mengomentari masukan dari dewan juri, para final terbuka menerima masukan dan mampu menjawab dengan baik. Hal ini mengindikasikan bahwa penelitian yang dilakukan oleh para final benar-benar dilakukan dan bukan merupakan hasil dari pihak lain.
  5. Diakhir sesi dewan juri berkesempatan untuk memberikan saran-saran guna perbaikan di masa datang dengan tujuan sebagai sebuah pembelajaran dalam kompetisi ilmiah.
Sekian,...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More