Pasuruan Kembangkan Wisata Bromo dengan Tengger Center

Pasuruan - Masyarakat Pasuruan, Jawa Timur akan mengembangkan obyek wisata alam Gunung Bromo yang ditunjang Tengger Center (Pusat Seni dan Budaya Suku Tengger).

Ketua Koperasi Wisata Bromo Tengger Sejahtera Tosari, Trisno Sudigdo menjelaskan, Tenger Center nantinya akan menjadi objek wisata alternatif Gunung Bromo.

"Jika selama ini wisatawan ke Gunung Bromo hanya bisa menikmati panorama alamnya saja, nantinya bakal bisa menyaksikan berbagai seni, budaya, serta tyradisi dan adat suku tengger yang ada di kawasan Gunung Bromo," ungkap Trisno Sudigdo saat menerima tim dari Kementerian Kebudayaan dan Pariiwisata di Pendapa Agung Wonokitri, Tosari , Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (9/4) sore.

Disebutkan, Tengger Center nantinya bakal menjadi pusat pendidikan, sekaligus pengkaderan suku Tengger, sehingga materi pendidikan nantinya juga akan menjadi kurikulum lokal di SD,SMP, hingga SMA di Tosari.

Tengger Center, lanjut Trisno, juga akan dijadikan pusat budaya suku Tengger. Tujuannya, kata Trisno, selain untuk melestarikan seni dan budaya suku tengger, nantinya wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo juga bisa menyaksikannya sebagai atraksi pertunjukkan.

Tengger Center nantinya juga menjadi destinasi baru berupa wisata budaya di Gunung Bromo. Sehingga wsiatawan yang berkunjung ke Gunung Bromobukanj hanya sekadar menyaksikan panorama alam, tapi juga bisa menyaksikan atraksi senidan budatya suku Tengger.

Dampak ekonominya, kata Trisno, akan mampu memberikan peningkatan pendapatan warga, karena lama tinggal wisatawan akan semakin panjang, setidaknya bisa mencapai 2 sampai 3 hari.

Artinya, warga pemilik hotel, home stay, rumah makan, serta penjual cendera mata akan bisa menangguk untung dari belanja wsiatawan.

Dijelaskan, secara fisik Tengger Center nantinya akan dibangun secara bertahap.Disebutkan, pada tahap awal akan dibangun Gate Way (pintu gerbang) di simpang Banyu Petung Tosari.

Di lokasi ini nantinya akan dibangun Monumen Tengger sekaligus menjadi pusat ionformasi wisata Gunung Bromo.

Melalui Pusat Informasi ini nantinya wisatawan akan mendapatkan infoirmasi tentang paket wisata, akomodasi, serta transportasi yang harus digunakan, serta ongkos yang telah ditetapkan secara seragam, sehingga wisatawan akan mendapatkan infoirmasi secara detail.

Wisatawan yang akan mengunjungi paket wisata Gunung Bromo nantinya cukup membayar seluruh biaya wisata di Gate Way ini secara terusan untuk menikmati paket wisata yang dipilihnya.

Tengger Center nantinya juga akan menyediakan rest area di halamn Pendapa Agung Wonokitri sebagai lahan partklir bagi kendaraan umum dan pribadi.

Sebab, lanjut Trisno, wisatawan yang akan memasuki kaawasan wisata Gunung Bromo harus menggunakan kendaraan khusus wisata, yakni mobil jip yang disediakan oleh jasa angkutan wisata setempat.

Trisno menjelaskan, penggunaan mobil jip di kawasan Gunung Bromo bukan semata agar warga dapat keuntungan, tapi demi kelestarian lingkungan, serta kemanan bagi wisaatawan sendiri, karena berkendara di Gunung Bromo dibutuhkan ketrampilan khusus.

Di Penda Agung Wonokitri para wisatawan nantinyajuga akan mendapat sajian atraksi keseniaan,serta budaya , serta menimmati berbagai kuliner khas suku Tengger.

Sedangkan view point Gunung Bromo yang disajikannya dari Pasuruan meliputi Puncak Penanjakan, Bukit Cinta, Dingklik, dan Pakis Bincil yang telah dipersipkan pula lahan parkirnyayang memadai.

Paparan Trisno Sudigdo tersebut sejalan dengan konsep Kementeraian Kebudayaan dan Pariwisata tentang manajemen pengembangan destinasi baru wisata di tanah air.

Tim Ahli dari Direktirat Jenderal Pengembangan Destunasi Pariwisata Kementerian Kebdayaan dan Pariwsata, Ary Basoeki menyebutkan, wisata Gunung Bromo masuk dalam salah satu dari lima belas Destination Management Organization (DMO )yang telah ditetapkan pemerintah hingga 2014.

Disebutkan, kelima belas DMO itu masing-masing, Pangandaran, Toba, Java Promo, Bali, Flores ? Komodo, Rinjani, Kota Tua ? Jakarta, Bunaken, Bromo ? Tengger ? Semeru, Sabang, Raja Ampat, Wakatobi, Tanjung Putting, Toraja, dan Derawan.

Dijelaskan, DMO Bromo Tengger Semeru (BTS) adalah tata kelola destinasi pariwisata yang terstruktur dan sinergis yang mencakup fungsi koordinasi, perencanaan, implementasi dan pengendalian organisasi destinasi secara inovatif dan sistemik melalui pemanfaatan jejaring, informasi dan teknologi yang terpimpin secara terpadu dengan peran serta masyarakat, pelaku/asosiasi, industri, akademisi dan pemerintah.

Tujuannya adalah proses dan kepentingan bersama dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan, volume kunjungan wisata, lama tinggal dan besaran pengeluaran wisatawan serta manfaat bagi masyarakat lokal di BTS.

Namun Ary Basoeki yang mengunjungi Bromo lewat Probolinggo dan Pasuruan melihat pengelolaan wisata Gunung Bromo masih berjalan sendiri-sendiri. Ia berharap Gunung Bromo yang mencakup empat wilayah (Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang) dengan obyek yang berbeda-beda, seharusnya dikemas hanya dalam satu paket yakni Wisata Gunung Bromo.

?Wisatawan tidak mengenal batas teritiorial. Wisatawan hanya mengenaal satu Gunung Bromo,? kata Ary Basoeki.

Ary Basoeki menmgatakan, masih banyak obyek wisata Gunung Bromo yang bisa dikemas menjadi paket wisata menarik, selain obyek utama panorma alam Gunung Bromo yang mempesona.

Ia juga memaklumi untuk menjual poaket wisata Gunung Bromo, berikut senai dan budayanya, Pasuruan masih membutuhkan banyak fasilitas.

Untuk itu ia mengungkapkan, kedatangan tim dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata ke Gunung Bromo untuk menata kem,bali obyek-obyek wisata Gunuing Bromo yang kebetulan pascaerupsi ini.

Ary Basoeki menyarakan, untuk menjual paket wisata Gunung Bromo jangan hanya semata mengeklpoitasi panorama alamnya saja, tapi harus lebih banyak mengembangkan destinasi baru, sepoerti seni danm budaya suku Tengger yuang tinggaldi kawasan tersebut.

Juga agar segera dibentuk satu kelompok kerja lokal yang dalam satu komando, serta menjadikan satu informasi dalam satui web, sehingga wisatawan bisa mendaoatkan informasi yang utuh, dan tidak membingungkan.

Sumber: Antara Jawa Timur, edisi 10 April 2011

0 komentar:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More